Gara Gara HP

“Ayo lah bu. Kali ini yang terakhir deeeh,” rengek Thalia. Dia merengek meminta HP baru. Kali ini yang layar sentuh. “Tidak! Kamu baru saja ganti HP! Sudah, tidur sana!” perintah ibu. Thalia cemberut.

Di sekolah, anak anak membicarakan tentang HP barunya. “Aku beli merek Cross warna hitam,” kata Kiara. “Aku Mito yang warna merah, aku juga beli casing nya, lho, bla bla bla….” semua itu membuat Thalia bertambah iri saja. “Thalia, mana HP mu?” tanya Faye. “Emm… ketinggalan,” jawab Thalia pasrah. “Besok, bawa HP mu ke sekolah, aku ingin lihat, HP mu bagus apa tidak,” ujar Faye sombong.

“Bu, Thalia pulang!” teriak Thalia kesal. Dia membanting tasnya ke sofa empuk kesayangannya. “Non, ayo makan. Ada ayam panggang tuh, o iya, Tuan dan Nyonya lagi pergi ke luar kota. Ini, Bibi di tinggalin uang lima juta sama Nyonya,” Bi Sumi menyerahkan amplop putih. “Makasih, Bi,” kata Thalia. “Non, ada pesan satu lagi. Uang itu nggak boleh dibuat beli HP,” jelas Bi Sumi. “Huh, Ibu sama Ayah nyebelin deh,” sungut Thalia,

Kriiing! Kriiiing!

HP Thalia berbunyi. “Halo, Bu. Ada apa?” , “Thalia, Ibu mau pulang nih. Ibu bawakan kamu HP baru,” , “Serius Bu? Ibu nggak bercanda. Asyiiiiik!” Thalia menutup telponnya. Melonjak gembira. Sampai sampai, kepalanya terbentur tembok. “Duh!” kata Thalia kesal. Asyik, lihat saja Faye, aku akan mengalahkan HP butut mu itu! Lihat saja! batin Thalia.

Besoknya, Ibu memberikan HP merek Advan warna putih lengkap dengan casing warna emas. “Terima kasih Bu!” Thalia tanpa sarapan dan salam, dia langsung ngacir ke sekolah. “Faye!” teriak Thalia. “Lihat HP baruku! Lebih bagus dari HP mu!” ujar Thalia sombong. Faye marah dan pergi. “Wah, cantik sekali HP mu!” puji anak anak. Sejak saat itu, Thalia jadi malas belajar.

Saat pengambilan raport, “Thalia! Lihat nilaimu. Ibu memberikan kamu HP untuk belajar! Bukan buat main!” kata Ibu tegas. “Maafkan Thalia Bu,” kata Thalia kesal. Ibu merebut HP Thalia. “Ini akan Ibu jual, hasilnya untuk biaya sekolah kamu!” ujar Ibu. “Jangan Bu!” Thalia menangis. Ibu tidak merespon. Ibu memotret HP Thalia dan dijual via online. Sejak saat itu, Thalia berjanji akan belajar sungguh sungguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s