Bertemu Mama dan Papa

Bella adalah anak yang kaya raya. Dia tinggal bersama Neneknya. “Oma, kapan Mama dan Papa pulang dari Rusia? Aku kangen banget,” rengek Bella. “Bella, empat bulan lagi, Mama dan Papa pulang, kok. Oma habis di telpon sama Papa,” ujar Oma. Bella terdiam. “Masih lama, Oma! Emang, kenapa sih, gelar S3 begitu penting bagi mereka?” sungut Bella. Oma tersentak. “Sudah, sudah Bella! Nih, Oma belikan coklat buat kamu!” kata Oma. “Terima kasih Oma!”

Di sekolah, Bella terlihat kusut. “Bella? Kamu kenapa?” tanya Dina, temannya. “Sudah tiga tahun Mama dan Papaku belum pulang ke Indonesia. Aku kangeeen banget sama mereka. Mungkin, mereka tak sayang padaku,” jawabnya. “Astaghfirullah, Bella! Istighfar! Mana ada orang tua yang tidak sayang dengan anaknya?” Dina kaget. Bella pun istighfar. “Bel, kamu yang sabar dong! Pasti Mama dan Papamu akan pulang,” kata Dina. Bella mengangguk.

Saat pulang, Oma sedang menonton TV sambil duduk santai sambil minum teh di cangkir kecil mungil. Oma sudah berumur 57 tahun. “Oma, makan hari ini apa?” tanya Bella. “Ada ayam goreng madu, nasi, salad, dan jus melon, juga es krim coklat,” kata Oma. Bella segera makan dengan lahap. Lalu, dia membersihkan kamar Oma. Dengan semangat empat lima, Bella membersihkan kamar Oma. “Huh, bersih juga,” kata Bella. Setelah itu, dia menaiki tangga menuju kamarnya, tidur.

Empat bulan telah berlalu. “Sayang, Mama dan Papamu akan pulang besok, sekitar jam 9 pagi,” kata Oma. “Asyik! Aku bisa bertemu Mama dan Papa!!” teriak Bella kencang. Dia memeluk Oma. “Aku akan membuat kejutan untuk Mama dan Papa!!” tekad Bella. Dia segera membuat sup ayam jamur kesukaan Mama dan ayam goreng krispi pedas kesukaan Papa. “Pasti mereka senang sekali,” gumamnya.

Besoknya, Bella segera membuat sup ayam jamur dan ayam goreng krispi pedas. “Hmm… wangi! Sedap sekali!” kata Bella. Tingtong! Mama dan Papa pulang. “MAMA! PAPA!!” teriak Bella. Mereka berpelukan erat. “Ma, Pa, ini ada sup ayam jamur dan ayam goreng krispi pedas!” kata Bella. “Wah enak sekali buatan kamu, Sayang,” puji Papa setelah mencicipi ayam goreng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s