The Yummy Restaurant

Hari minggu ini, Liana, Vera, Rina, dan Sarah mau berlibur ke Bogor. “Asyik! Ke Bogor! Mantel, jaket, kaus kaki, bantal, camilan, sarung tangan, lengkap sudah!” celetuk Sarah. “Anak anak, ayo masuk mobil. Meskipun sempit, mobil ini terkesan mewah sekali, lho!” kata Papa Liana. “Waw! Mobil Ferrari! Punya kamu nih, Na?” tanya Sarah. “Hehehe…, iya,” kata Liana. Mereka pun berangkat.

“Huh, Jakarta macet! Mana polusinya banyak lagi! Terus suka banjir! Jorok!” seru Vera. Dia memang sangat pembersih. Melihat bungkus sampah yang belum dibuang saja, sampai ngomel ngomel. “Vera, kamu ini ketinggalan jaman banget, deh! Kamu belum pernah melihat Jakarta?” goda Rina. Vera merengut. “Pa, coba pakai jalur alternatif aja deh,” usul Liana. Papa pun berbalik arah mencari jalan keluar.

Ketika mau sampai di Bogor, udara mulai sejuk. “Eh, itu kebun teh, kan? Eh, coba mampir, yuk! Papa, ayo kita mampir!” kata Liana. “Oke,” Papa mulai berjalan ke arah kebun teh yang segar itu. “Permisi, ini kebun teh ya?” tanya Vera. “Oh, iya. Memang, ada apa, ya?” tanya seorang ibu ibu. “Kebetulan! Bu, kita mau tanya tanya. Gimana, sih, teh yang layak dijadikan minuman teh?” tanya Liana. “Oh, gampang sekali, Dik. Menurut bos kami, hanya pucuk teh yang layak dijadikan minuman,” jelas ibu itu. Setelah berbincang bincang lama, “Bu, kami pamit dulu, ya! Eh, ibu tau tidak, jalan ke arah Puncak?” tanya Rina. Setelah dijelaskan, mereka pamit.

Sesampainya di Puncak, mereka kaget sekali. “Apa?! Dilarang piknik disini karena diperbaiki? Akibat tanah longsor? WHAT?” teriak Liana. “APA?! Kita sudah bawa keranjang berat berat, terus, kejebak macet gara gara cuma mau piknik!! Huh, AKU SEBAAAAL!!!” teriak Vera tak kalah keras. “Tapi, Om punya tempat buat piknik, lho!” Papa segera masuk mobil diikuti Liana dan kawan kawan. “Kemana Om? Kemana, Pa?” semua anak bertanya tanya, termasuk juga Liana. “Pokoknya, seru abis deh! Bisa lihat pemandangan sambil makan!” kata Papa. Whuuusssshhhh! Mobil pun melaju cepat sekali.

Satu jam kemudian, mereka sampai. Semuanya ketiduran. “Hei! Ayo bangun, kita sudah sampai,” kata Papa. “Hah? Sampai?” kata Rina linglung. “The Yummy Restaurant,” Liana membaca spanduk kaca di depan restoran itu. “Ini restoran yang cukup terkenal di Bogor. Karena dekat telaga, jadi bagus, asri, dan santai,” jelas Papa. Anak anak langsung menyambar restoran itu sambil melihat lihat fasilitas restoran.

“Wah, tempatnya sejuk, ya!” seru Liana. “Iya, meskipun nggak pake AC. Apalagi, sepi. Enaaak banget!” kata Sarah. Seorang petugas restoran mendatangi mereka. Wajahnya sangat cantik. “Selamat pagi, Adik Adik. Silahkan mau pesan apa, tinggal ambil di meja itu,” tawar petugas itu. Anak anak langsung mengambil nampan dan penjepit kue. Liana melihat sebuah kue berbentuk hati warna cokelat. Diatasnya ada cokelat padat dan ada buah stroberi merah segar. “Sarah, ambil kue itu yuk!” bisik Liana. “Ayo, aku tertarik,” kata Sarah.

Mereka makan di pinggir telaga. Liana memesan egg roll blueberry, pudding strawberry, marshmallow vanilla, dan kue yang dia namakan Lovely Cake. Sarah memesan brownies ice cream, pudding chocolate, marshmallow cake, dan Lovely Cake. Vera memesan jelly cake, wormy jelly pudding, watermelon ice cream, dan egg toast roll cake. Rina hanya memesan es krim jeruk, jus melon, dan puding lemon. “Hmm…. segar sekali suasana disini. Om Dicky memang nggak salah pilih tempat,” kata Vera sambil melahap es krim semangka miliknya. “Ayo, kita masuk! Ini sudah sore, besok kalian harus sekolah!” kata Papa.

“Permisi, di antara kalian, ada yang memesan kue terbaru kami?” tanya petugas tadi. “Saya! Teman saya ini juga pesan,” Liana menunjuk Sarah. Petugas bernama Eva itu tersenyum. “Selamat, kalian adalah pelanggan pertama kami yang mau mencicipi kue itu! Kalian semua mendapat hadiah segelas besar jus stroberi dan pizza. Gratis,” jelas Mbak Eva. “Asyik!” seru mereka senang. Papa hanya tersenyum. “Hmm…. sedap sekali!” gumam Liana. “Eh, ayo kita pulang,” ajak Papa. Setelah membayar, mereka langsung ambil langkah seribu, PULANG.

Jam 18.00 sore, mereka sampai. “Liana, terima kasih ya. Sudah mengajak kita jalan jalan,” kata Vera. “Hihihi…, iya Liana! Terima kasih banget ya! Tadi, jus dan pizza nya enak sekali, lho!” puji Rina. “Oke, bye Friends! Liana, thank you so much, ya!” kata Sarah. Satu hari bersama sahabat memang menyenangkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s