Huh, Dasar Lila!

Di kelas menggambar, “Anak anak, sekarang kalian menggambar pemandangan, ya! Terserah, mau gambar apa yang penting rapi,” kata Bu Dirla. Rena menggambar pemandangan gunung, sedangkan Lila menggambar pantai. “Huh, apaan, tuh? Jelek banget!” ejek Lila. Rena bersabar.

Rena melihat pengumuman di mading sekolah. “Hah?! Lomba menggambar? Ikut ah!” gumam Rena. “Ih, mentang mentang jago gambar, bisa mengalahkan Lila, gitu? Huh, berharap aja terus!” Lila mendorong Rena. “Lila! Mau kamu itu apa, sih?!” seru Rena sambil menatap Lila, Lola, dan Liana. “Aku cuma mau, kamu nggak usah ikut lomba gambar!!” jawab Lila. “Huh, apa urusanmu?!” teriak Rena sambil pergi.

Di rumah, Rena terus menggambar. Syaratnya, menggambarnya bukan pakai krayon, tapi pakai cat air yang menurut Rena menyebalkan. “AAAAH! Kenapa nggak bisa bisa sih? HUH!” Rena membanting kanvas. “Lombanya kurang lima hari lagi! Kenapa aku nggak bisa bisa?” keluh Rena. “Pasti Lila yang menang! Nggak boleh! Lila nggak boleh menang!” Rena pun mulai menggambar lagi.

Hari H tiba. “Oke, sekarang, bikin pemandangan rumah kalian! Satu, dua, tiga, mulai!” seru Bu Dirla. Rena mulai menggambar kebun, halaman rumah, dan kolam ikan. Dua jam kemudian, jadi. “Oke, pemenang lomba ini adalah….. Lila!” seru Bu Dirla. Lila melonjak gembira. “Maaf, saya salah menyebutkan nama, pemenang lomba ini adalah……. RENA!” teriak Bu Dirla. Rena pun maju dan menerima piala setinggi 15 cm dan uang tunai sebesar satu juta rupiah. Wah, senang sekali hati Rena!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s