Cake Lemon dan Pertengkaran

“Liza! Penny! Lola! Ada lemon cake untuk kalian!” teriak Summer, Olive, dan Lily. “Nih, ada kue….” BLAK! DUM DUM DUM! Kue lezat itu jatuh dan kotor akibat senggolan Liza, Penny, dan Lola. “Kalian ternyata nggak menghargai kue lemon cake kami!” bentak Summer. “Maafkan kami, aku nggak sengaja,” sesal Penny sambil menunduk. “Huh, kalian itu maunya apa, sih? Kami sudah membuatkan kue ini susah susah! Kenapa kalian jatuhkan! Kalian jahat! Ayo kita pergi!” kata Olive.

Di sekolah, Summer, Olive dan Lily duduk di taman sambil cerita cerita dengan Kitty. “Hai, kawan! Kami boleh duduk dong!” kata Liza. “Enggak! Pergi!” seru Lily kesal. Mereka menunduk. “Apa kalian?! Aku bilang pergi, ya pergi! Punya telinga nggak sih?” teriak Summer. “Huh, kalian kenapa, sih? Hanya masalah sepele saja, kalian sampai begini, jutek minta ampun!” ujar Lola sebal. “Apa? Sepele? Kue seenak dan sesusah itu bikinnya, kalian anggap sepele?!” seru Olive sangat marah. “Ayolah, kawan! Kita pergi!” kata Liza ketus.

Di kelas, Kitty bertanya pada Summer, Olive, dan Lily. “Kalian kenapa ketus banget tadi?” tanya Kitty. “Habisnya, kemarin, kita ngasih lemon cake, we make it together! Very very hard, yo know? They are broken it, what we don’t angry?” jelas Olive yang memang lahir di Inggris. “Alah, kan masih bisa buat lagi?” Kitty menenangkan mereka. “Stop it! You’re just like them! Instead of defending us, even make us angry! Oh, guys! Come on, we go! Bye!” bentak Lily dengan bahasa Inggris yang lancar. Kitty hanya diam.

Pulang sekolah, Summer, Olive, dan Lily ke taman. Lalu, mereka lewat dan duduk di kursi di dekat Liza, Penny, dan Lola. “Ih, kalian ngapain kesini?! Sana!” usir Penny. “Suka suka kita dong! Tubuh juga tubuhku! Ngapain kamu jadi sewot? Weeeee…” Summer meleletkan lidahnya. “Huh, aku bilang pergi, ya pergi!” bentak Lola sambil berdiri. “Oke, kami akan pergi! Dasar pecundang!” ejek Lily sambil mendorong mereka bertiga sampai jatuh. “AWAS KAMU, LILY!” teriak Liza kesal. Lily tak menghirukannya, justru dia melempar kaleng minumannya ke arah Liza, Penny, dan Lola. “Aduh!” Penny memegangi dahinya yang kena kaleng itu. “Rasakan itu! Hahaha!” tawa Summer, Olive, dan Lily.

Summer, Olive, dan Lily pergi ke toko pernak pernik untuk anak anak. “Waaah! Yang ini, lucu banget! Beli lima ah!” Lily mengambil lima buah kalung es krim topping cokelat padat dan berlian. “Ini gelang bagus sekali! Aku beli tiga ah!” kata Olive dan mengambil tiga buah gelang berlian dengan pita kecil di sekelilingnya. Summer masih pilih pilih. “Kalung waffle berlian ini lucu sekali! Aku akan beli empat! Tiga buat Liza, Lola, dan Penny,” kata Summer. “Ih, Summer! Kamu ini gila atau bodoh sih?? Ngapain beli untuk mereka?” Olive dan Lily kesal. “Setelah dipikir pikir, aku mau minta maaf dengan mereka,” Summer menjelaskan. Olive dan Lily setuju

“Uhh… aku lapar. Lemon cake buatan mereka pasti lezat, aku menyesal,” keluh Penny. “Iya, kita harus mita maaf sekali lagi, mereka pasti akan memaafkan kita!” usul Liza. Di depan ruma Liza, Penny, dan Lola, “Minta maaf!” teriak mereka bersamaan. “Emm… maafkan kami, ya! Kami nggak sengaja,” sesal Lola. “Kami juga minta maaf, ya!” mereka menumpuk tangan dan berteriak. “BEST FRIENDS FOREVER!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s