Mrs. Cupcake

Lilian suka sekali cupcake. Dia hampir setiap hari beli cupcake di Miss Veron, penjual cupcake berbagai rasa di sekolah. Lilian paling suka rasa dark chocolate. Soalnya, rasa coklatnya lembut dan ada lelehan coklat di dalamnya. Hmmmm… Yummy!

Di kelas, Lilian lagi membaca buku cerita berjudul Avalonia Castle. Lalu, ada Patricia, musuh Lilian. “Halo, Lilian si Pengecut yang suka banget makan cupcake! Bisa bisa, nanti dia obesitas, terus jadi bahan tertawaan!  Seru sekali ya!” seru Patricia centil. “Memang, kamu tau apa tentang obesitas, hah?!” kata Lilian mulai marah. Patricia terdiam. “Aku cuma tau aja! Hiiiihh! Awas kamu!” kata Patricia sambil berlari ke bangkunya. “DASAR PAYAH! PATRICIA PAYAH!! Gitu doang nangis! Cengeng!” teriak Lilian membalas.

Saat istirahat, Lilian duduk bersama temannya Helen sambil makan cupcake kesukaannya. Helen juga membeli cupcake, tapi rasa oreo. “Heh, kamu tadi bisa bisanya teriak kayak gitu!!” kata Patricia tiba tiba. “Memang kamu payah! Gitu aja nangis! Sekarang, siapa yang kamu anggap pengecut?” ledek Lilian. “Kamu yang pengecut! Puas?!” teriak Patricia sambil menangis. “Puas! Nangis aja! Yang keras sekalian!” kata Lilian.

Lilian mempunyai ATM Cupcake, benda semacam ATM tapi mengeluarkan cupcake. Hampir setiap hari dia mengambil cupcake dari mesin canggih itu. Cukup berbicara saja, sudah disediakan cupcake kemasan. “Aku mau dark chocolate cupcake,” kata Lilian. Tring! Cupcake mulai keluar dari ATM Cupcake. Lilian segera mengambilnya dan mengunci pintu ATM. ATM itu memang khusus milik Lilian. “Kak, aku mau cupcake juga dong! Boleh, ya?” pinta Lily, adik Lilian. “Oke! Yang rasa apa?” tanya Lilian. “Coklat biskuit!” seru Lily. “Aku mau cupcake rasa coklat biskuit,” tapi, terdapat tanda silang merah di layar ATM. “Yah, habis. Yang rasa bluberi mau?” kata Lilian. “Oke!” Lalu, Lilian mengambilkan cupcake itu untuk adiknya. “Sudah keluar sana! Kakak mau belajar!”

“Apa?!” Lilian berteriak histeris ketika membaca pengumuman. Disana tertulis, ada lomba membuat cupcake. “Aku ikut saja, ah!” gumam Lilian sambil mengisi formulir pendaftaran. Dia memasukkan formulir itu ke sebuah kotak. Ternyata, ada nama Patricia. “Hei, kamu! Kamu mau apa ikutan? Mau nandingin Patricia?” Patricia tersenyum sombong. “Ngapain aku harus melawan orang sepertimu? Sombong!” kata Lilian. “Kamu bilang apa tadi?” kata Claudia, teman Patricia. “Kamu! Nggak usah ikut campur!” Lilian menunjuk Claudia sambil melotot. “Tunggu pembalasanku!” seru Patricia.

Di kantin, ketika Lilian mau lewat, sengaja Patricia menjatuhkan Lilian. “Aduh!” seru Lilian. “Rasain kamu! Hahaha,” tawa Patricia dan Claudia. “Eh, ingat ya, aku akan bikin kamu malu!” Patricia mengoleskan es krimnya ke pipi Lilian. “Hahaha! Hahaha!” tawa Patricia dan sahabatnya itu pecah lagi. Bukannya membalas, Lilian malah memakan es krim itu. “Wah, ada es krim gratis! Makasih, ya! Kamu baik banget,” kata Lilian. “Oh iya, karena kamu udah ngasih es krim, ini hadiah untukmu,” Lilian merebut es krim mereka. Dengan sengaja, Lilian melahap es krim itu. “Kurang ajar kamu, Lilian!” kata Claudia. “Dari pada es kim ini nganggur, mendingan aku makan!” kata Lilian. Lalu, dia mengoleskan es krim itu ke seragam mereka. “Rasain! Hei, kalian semua, kasih dia pelajaran. Mau kalian lemparin kotoran juga nggak apa apa!” kata Lilian sambil pergi.

Hari H tiba. Lilian sudah dandan cukup rapi dengan baju lengan panjang biru, celana legging hitam, sepatu kets biru, dan bando putih. Dia melihat mejanya. Ada bahan bahan membuat cupcake dan celemek hijau muda dengan gambar cupcake. Ada Patricia sedang berbincang bincang dengan temannya. “Ehem! Perhatian, acara akan segera dimulai. Tolong, penonton semua diam dan peserta harap memakai celemek masing masing! Satu, dua, tiga, MULAI!” teriak panitia. Lilian segera membuat cupcake dark chocolate dan cupcake oreo creamy. Hmm…. kue itu belum dihiasi. Lilian langsung memberi sedikit krim busa rasa coklat dan menaburkan meises, sprinkle, lelehan coklat, dan serpihat biskuit oreo. Jadi, deh! Dia memencet bel tanda selesai. Patricia sudah selesai duluan. Cupcake buatannya tampak berantakan. Hiasannya terlalu banyak dan agak gosong.

“Yaa! Inilah saat yang kalian tunggu tunggu! Juara tiga diraih oleh Bella Windy! Juara dua diraih oleh Karen Silver! Juara pertama diraih oleh… siapa ya? Ya! Dia adalah Lilian Kellie!” teriak panitia. Lilian mengeluh. Namanya tidak dipanggil, Lilian Annabella. “Maaf, ada kesalahan pembacaan, juara satu diraih oleh…. Lilian Annabella!!” seru panitia. Lilian bersorak. Patricia tampak geram. “Dasar! Awas saja kamu!” gumam Patricia sambil pergi diikuti oleh Claudia. Lilian mendapatkan HP, laptop, piala setinggi 30 sentimeter, dan uang tunai sebesar seratus lima puluh juta. Lilian senang sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s