Epilog (Jannie’s Story 6)

3 tahun kemudian…..

Jannie sudah kelas 2 SMP sekarang. SMP itu namanya International Junior High School. Dia bertemu dengan Agnes, Rena dan Della. “Jannie?” panggil seseorang. “Rena, Della, ada apa?” tanya Jannie seramah mungkin. “Aku dan Della….. minta maaf. Aku sebenarnya melempari kamu tepung dan air es karena aku ingin membuat Agnes marah. Ternyata, ngerjain kamu nggak enak. Kamu punya teman yang tegas dan pemberani, juga seorang ketua kelas,” ungkap Rena. “Tidak apa apa. Ayo kita bertemu Agnes. Kalian juga harus minta maaf sama dia,”

Agnes sedang berada di taman. Dia mencelupkan kakinya ke kolam air mancur. Air disitu segar sekali. “A…. Agnes..?” panggil Jannie. Agnes menoleh. “Ini, Rena dan Della mau minta maaf,” kata Jannie. “Iya, aku… minta maaf soal Jannie. Aku.. hanya ingin kamu marah waktu itu,” kata Della. “Aku memaafkanmu!” kata Agnes.

Di ruang laboratorium, Miss Astrid, guru Kimia dari Amerika, sedang mengengenalkan ramuan ramuan kimia. “Jadi…, oh, sorry, children. Saya harus meeting with Mr. James. Don’t touch anything, right?” kata Miss Astrid dengan bahasa yang belepotan. Mr. James adalah kepala sekolah. Setelah Miss Astrid pergi, iseng iseng Della meneteskan satu cairan kimia warna biru ke botol cairan warna hijau. Asap pun mulai memenuhi ruangan. DUAAAARRR! Ramuan itu meledak. Kini, wajah mereka jadi gosong. Pasti Miss Astrid akan marah. Semua anak tertawa melihat wajah mereka sendiri. Duh……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s