Masalah Lagi (Jannie’s Story 5)

“Nama saya Renata Alexandra. Panggil saja Rena Ini kembaran saya, Della Alexandra. Panggil saja Della. Kami dari Dallas, Texas,” kata anak bernama Rena. Dia sok ramah dan mulai membuat Agnes sedikit curiga. “Oke. Kalian duduk di bangku pojok itu ya!” kata Miss Livia. Rena dan anak yang bernama Della itu  berjalan sok anggun ke bangku mereka.

Saat istirahat, Agnes dan Jannie sibuk bernyanyi. Lalu, mereka melihat bangku saudara kembar itu sedang dikerumuni banyak orang. “Hei, ada apa ini ribut ribut?!” seru Agnes. “Hei, kamu siapa? Kok kesini? Kamu penggemarku? Mau apa? Kok, ke bangku kami? Kamu kesana, gih! Ayo, yang mau minta tanda tangan juga boleh!” kata Della. Della ini berambut lurus hitam. Sedangkan Rena pirang lurus. “Tidak! Aku Agnes. Ini Jannie! Ingat kami bukan penggemarmu! Dasar sombong!” kata Agnes geram. “Terserah kamu, deh! Kalau kamu ngejek aku sombong, berarti kamu jelek!” kata Rena centil. Agnes menggebrak meja. Dia menarik kerah mereka. Semua anak diam. “Bilang apa kamu tadi, hah? Jelek? Aku itu nggak akan segan segan membanting kamu kalau udah emosi!” kata Agnes. “Huh, akan kulaporkan kamu ke Miss Livia!” seru Della. Agnes melotot dan menggebrak meja. “Kalau kamu mengadu, aku akan cari alasan agar kamu dihukum! NGERTI?!” teriak Agnes sambil pergi.

Saat masuk ke kelas, tiba tiba Jannie dilempar pakai tepung dan air es oleh Rena dan Della. Bersama anak sekelas pula. Miss Livia dan guru guru lainnya sedang kunjungan ke pabrik teh bersama anak kelas 6. Lalu, Agnes datang dan terkejut melihat Jannie menangis. Disampingnya ada Rena yang mengejeknya. Agnes mendelik. Mukanya merah padam. Anak anak sekelas yang tadinya riuh, sekarang jadi diam melihat Agnes marah. Dia mendorong Rena dan Della sampai jatuh. “SIAPA YANG MELEMPARI JANNIE?!” teriak Agnes. Seisi kelas diam. “JAWAB!!” teriak Agnes lebih kencang. “BERSIHKAN KELAS INI SAMPAI BERSIH, SEKARANG!” seru Agnes. Anak anak yang pada takut langsung membersihkan kelas yang penuh tepung itu. “Kalian berdua! Bersihkan badan Jannie!” perintah Agnes yang memang ketua kelas. “Ogah! Kotor!” teriak Rena. “Cepat!! Aku marah baru tau rasa kalian!” teriak Agnes. Mereka pun membersihkan badan Jannie. “Hukuman untuk kalian semua, terutama yang menyuruh kalian! Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini?!” kata Agnes. Semua anak menunjuk Rena dan Della. “Push up, dua ratus kali!” kata Agnes sambil membawa Jannie ke kamar mandi.

“Kamu nggak apa apa?” tanya Agnes. “Enggak. Aku bingung, mereka kan marahnya sama kamu, kok jadi aku yang kena sasaran?” tanya Jannie sambil membersihkan seragamnya. “Anak itu memang kurang ajar. Akan aku laporkan perbuatannya kepada Miss Livia!” kata Agnes geram. Lalu, mereka masuk kelas. Sudah terlihat Miss Livia. “Jannie? Why you look dirty, Jannie?” tanya Miss Livia dengan lembut. “Rena dan Della yang melempari Jannie tepung!” seru Agnes. “Tidak! Itu tidak mungkin! Siapa yang melihat aku melukai Jannie?” sergah Della sambil menutup mulutnya. Rena tampak marah. Semua anak angkat tangan. “Rena, Della, stand up in front class! NOW!!!” seru Miss Livia tegas. Rena dan Della pun ditertawakan. BRAK! Miss Livia memukul meja tanda harus diam. “You two, why you do this to Jannie?” tanya Miss Livia. “Kami…. kami cuma bercanda kok, Miss!” jawab Rena. “She lies, Miss!!” seru Agnes. Rena dan Della membuat tatapan ‘jangan-mengadu’. “Apa kamu?! Dia melempari Jannie dengan tepung dan air es sehingga Jannie menangis!” kata Agnes membela. Lalu, Miss Livia menceramahi saudara kembar itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s