Fantasy Land

Rani dan Lisa sedang menjelajahi sebuah hutan. “Wah, Ran, itu pohonnya banyak buah apel! Petik, yuk! Udah lama aku tidak makan buah apel!” seru Lisa. “Ayo! Aku juga lapar,” kata Rani. Mereka pun memanjat dan makan buah apel itu di atas pohon. Setelah itu, mereka turun. “Eh, itu apaan, tuh?” Rani menunjuk sebuah lorong besar. “Masuk aja, yuk!” ajak Lisa. “Ayo! Udah lama nggak masuk lorong!” kata Rani. Ketika mereka masuk…..

Waaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!

Mereka terjatuh di sebuah kota yang sepi. Anehnya, semua yang ada di kota itu terbuat dari makanan. Rumah rumah terbuat dari permen berbentuk jamur. Pohon pohon terbuat dari coklat. “Waaa! Seru banget!!” teriak Lisa girang. Kresek! Kresekkk!! Bunyi dari sebuah rerumputan tiba tiba terdengar oleh Rani. “Siapa disana?” seru Rani lantang. Lalu, muncullah sebuah gadis kecil yang sangat cantik. Rambutnya pirang keemasan lurus seperti papan, mata hijaunya indah berkilau. “Kamu siapa?” tanya Lisa. “A… aku Bella. Se… selamat datang di Fantasy Land. Mari ke rumahku,” ajak Bella.

Di rumah Bella, mereka dijamu kue coklat madu dengan teh rasa permen. “Bell, apa tidak ada semut berkeliaran disini?” tanya Rani. “Tidak. Tak ada satupun serangga disini, kecuali kupu kupu,” jawab Bella. “Hmm… sedap sekali! Kamu jago deh, bikin kuenya!” puji Lisa. “A… apa? Bikin? Tidak, aku hanya memetik kue ini di sebelah rumahku,” kata Bella. “Petik? Dari pohon, maksudmu?” Rani menganga. “Iya. Mari, akan kutunjukkan pohon itu,” ajak Bella dan segera menarik tangan Rani dan Lisa ke kebunnya.

“I… ini kebun kamu? Kok, bukan buah, sih? Tapi biskuit?” tanya Rani. “Iya, sih. Namanya juga Fantasy Land. Oh iya, sebenarnya, kalian bisa sampai kesini itu, ada alasannya, lho,” kata Bella. “Apa?” tanya mereka serempak. “Sebenarnya, kalian diutus untuk melawan Nenek Jahat. Nenek itu kejam sekali. Suka memakan hewan bahkan makhluk hidup. Sudah berumur lebih dari 1000 tahun. Nenek Jahat itu imortal. Dia bisa hidup selamanya, asalkan satu jiwanya yang hilang dapat di temukan dan dihancurkan,” cerita Bella panjang lebar. “Sebentar, kalau begitu, ada alasannya dong kenapa hilang? Ayo jelaskan, Bell!” perintah Rani. “Hufftt….. jiwa itu tersimpan di dalam sebuah mahkota. Ketika warga kota ini hendak menghancurkan mahkota itu, Nenek Jahat hilang entah kemana. Yang pasti, mahkota itu ada di dalam sebuah gubuk. Di tengah hutan,” jelas Bella sambil menghela nafas. Tiba tiba, alis Lisa mengkerut. “Kita akan cari mahkota itu!” teriak Lisa. “APA?!”

Besoknya, mereka mulai menjelajahi hutan. Lalu, Bella menemukan sebuah gubuk. “Teman teman, itu pasti gubuknya! Cepat, ayo kita masuk!!” bisik Bella. Mereka pun melihat seorang nenek nenek sedang menaruh sesuatu di dalam sebuah peti. “Tidak ada satupun orang yang tau mahkota ini berada kecuali aku!” kata Nenek Jahat. Bella, Rani, dan Lisa segera mengendap endap. Ketika Nenek Jahat keluar, mereka masuk. Mereka mencuri mahkota itu dan sebuah kertas berisi cara menghancurkan mahkota itu. Ketika Nenek Jahat masuk gubuk, mereka bersembunyi di bawah meja sambil menahan napas. Ketika Nenek Jahat tidur, mereka keluar sambil berlari terbirit birit ke rumah Bella yang tak jauh dari hutan itu.

Di rumah Bella, mereka segera membacanya. “Tusukkan taring harimau ke bagian berlian mahkota,” kata Bella. “Jadi? Kita harus mengambil taring harimau?” tanya Lisa. “Aku tau caranya! Kita tusuk saja tubuh harimau itu menggunakan panahku!” kata Rani. “Brilliant, Rani! You are my best friend!!” seru Lisa. “Tapi, bagaimana cara mengambil taringnya?” tanya Rani. Mereka berfikir sebentar. “Aku punya pedang! Pedang itu sangat tajam, lho! Bisa menghancurkan pohon dalam sekejap. Pakai itu saja!!” kata Bella. Mereka pun akhirnya bermain sebentar, lalu makan siang.

Hari sudah pagi. Mereka sarapan dengan nasi, ayam panggang, coklat panas, dan buah melon. Lalu, mereka mulai mencari harimau. “Sssttt….. ada harimau besar! Rani, cepat, panah harimau itu!!” bisik Bella. Rani berfokus kepada harimau itu dan memanahnya. Harimau itu mati kesakitan. “Yes! Ayo, kita ambil taringnya!” Bella langsung memotong taring harimau yang paling tajam dan panjang. Lalu, mereka kembali pulang sambil mengambil biskuit biskuit yang tergantung di setiap pohon.

“Ayo cepat, Lisa! Hancurkan mahkotanya!” seru Rani. “Stop! Kita harus ke gubuk jelek itu lagi! Kita akan hancurkan mahkota ini, dan memperlihatkannya kepada Nenek peot yang jelek itu!” kata Lisa. “Tapi, menurutku, aku akan kesana untuk memancingnya!” kata Rani. “Bagaimana caranya?” tanya Bella. “Aku tinggal berpura pura menjerit ketakutan dan memberitahu pada Nenek peot itu untuk ke rumah Bella,” jawab Rani dan segera berlari ke gubuk Nenek Jahat.

Di gubuk Nenek Jahat, Rani berteriak. “Tuanku! Ada yang berhasil mencuri mahkota Tuanku!” kata Rani yang sedang menyamar. “Apa?! Ayo, bawa aku kesana!” teriak Nenek Jahat itu panik. Setelah ke rumah Bella, dia memandang Bella dan Lisa sedang memegang mahkota itu. “Kembalikan!” kata Nenek Jahat itu geram. “Jangan berani melawan kami, Nenek Tua Peot! Sebenarnya, yang memberitahu kamu tentang mahkota ini adalah temanku! Jangan berani mengambil satu langkah pun atau kamu akan menusuk mahkota ini dengan taring harimau!” ancam Lisa. Dia memandang Rani dengan geram. Dia menangkap Rani dan mencengkeramnya. “Berikan itu padaku!” teriak Nenek Jahat. “Berani sekali kamu melawan kami! Lepaskan teman kami, atau benar benar akan kuhancurkan mahkota ini! SATU!!” teriak Bella. Nenek Jahat tak berkutik. “DUA! TIGA!” teriak Lisa dan menusuk mahkota itu dengan taring. “Jangan! Tidak! Argghhh!! AAAA!!” Nenek Jahat lenyap dengan seketika. Rani lepas dan berlari memeluk kedua sahabatnya itu.

“Wahai penduduk Fantasy Land! Nenek Jahat telah lenyap dan takkan berani menganggu kalian lagi! Kalian semua aman sekarang!” seru Bella lantang di depan warga penduduk Fantasy Land. Semua orang bersorak gembira. Nenek Jahat telah tiada. Dan, Lisa dan Rani pulang ke dunia manusia. Seru, ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s