Mimi Sakit Gigi

Mimi pergi ke supermarket. Dia langsung mengambil makanan kesukaannya. Dia mengambil enam bungkus coklat Cadbury, lima kotak es krim stroberi, satu plastik permen Gold Fadwurry, dan coklat nugget sepuluh bungkus. “Mimi, jangan banyak banyak,” kata Mama. “Alah, kan cuma sedikit, Ma!” kata Mimi. Mama hanya tersenyum sambil memasukkan daging sapi kaleng dan sarden ke keranjang.

Di rumah, Mimi langsung membawa belanjaannya ke kamar. “Nyam….. Enak sekali!” kata Mimi sambil menggigit coklat. Selanjutnya, dia mengambil lima kotak es krim dan memakannya hinga habis. Lalu, saat Mimi menggigit permen, “Awww! Sakit! Sakiiiit! Mama!” teriak Mimi. Mama terkejut dan segera ke kamar Mimi. “Ada apa, Nak?” tanya Mama cemas. “Gigiku sakit! Hwaaa!” teriak Mimi. “Pasti kamu kebanyakan makan coklat. Sudah, kita ke dokter gigi saja!” kata Mama. “Tidak mau! Aku takut! Sakit! Kalau gigiku dicabut, gimana?” Mimi terus mengeluh. “Sudah, tidur saja!” kata Mama. Mimi pun tidur.

“Mimi pakai plester ini dulu, ya! Supaya nggak bengkak,” kata Mama. “Ma, aku jelek ya?” tanya Mimi. “Tentu saja tidak! Biasa saja. Sudah, ayo sarapan!” kata Mama. Di meja makan, sudah ada roti sandwich, telur goreng, ayam goreng, adan segelas susu putih hangat. Hmm… Sedapnya! Mimi hanya memandang makanan itu dengan lesu dan bertopang dagu. Dia hanya menghabiskan sandwich dan susu hangat saja. Lalu, berangkat sekolah.

Di kelas 3-B, waktunya pelajaran Menyanyi. “Kita akan menyanyi lagu Twinkle twinkle little star, ” kata Miss Marie. “Mimi, kamu sakit gigi, ya?” tanya Miss Marie. “Iya,” kata Mimi datar. “Ayo, Mimi, kamu yang menyanyi ya! Kalau kamu menyanyi, tidak akan sakit lagi,” kata Miss Marie. Mimi pun menyanyi. Tiba tiba, dia berhenti. “Loh? Kok berhenti? Ayo teruskan! Cepat!” teriak Jerry. “Gigiku sakit tau!” balas Mimi. “Ya sudah! Mimi, kamu pulang saja. Jerry! Berdiri disini karena sudah teriak teriak!” perintah Miss Marie. Lalu, Mimi pulang.

Di rumah, Mimi membanting tasnya. “Lho? Kamu kenapa pulang, nak?” tanya Mama. “Huh, gigi sakit memang merepotkan! Aku sebal! Aku nggak bisa makan, nggak bisa nyanyi, ah! Menyebalkan!” keluh Mimi. Tapi, giginya sudah tidak ngilu lagi. Dia melihat biskuit cokelat di sampingnya. Lalu, tanpa memikirkan giginya, Mimi melahap biskuit yang sedap itu. “Lho? Apaan ini keras keras?” gumam Mimi. Ketika diambil, “Ma! Gigiku sudah copot!!!” teriak Mimi. “Wah, giginya sudah tanggal!!” seru Mama. “Jadi aku bisa beli coklat lagi dong? Asyiiiiik!!” teriak Mimi. Mama hanya geleng geleng kepala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s