The Magic Game

Rena sedang terkulai lemas di ranjangnya. Dia sangat capek. “Mendingan aku main game,” kata Rena pelan. Dia menyalakan laptop dan bermain game The Magic Game. Lalu, beberapa menit kemudian, Rena diseret masuk ke game itu.

Bruuuk!

Dia terjatuh di sebuah kerajaan. Kerajaan itu bernama Avelonie Castle. Disana megah dan baguuus sekali. Semua perabotan dari emas, pintu dan jendela terbuat dari perak. Dinding istana dari kaca. Dan yang paling unik lagi, ada patung Ratu Elsa, ratu yang berkuasa di sana yang terbuat dari ratusan berlian! Wah! Rena ternganga melihatnya. “Hai, gadis kecil! Siapa kamu?” tanya seorang ratu. Itu Ratu Elsa! Dia sangat cantik. Rambutnya pirang keemasan, gaunnya berwarna ungu-pink dibalut mantel merah-putih. Mahkotanya berhiaskan emas, berlian, liontin perak, dan ada nama “ELSA” ditengahnya. “Saya Rena. Saya dari bumi,” jawab Rena. “Oh, kalau begitu. Ayo masuk!” ajak Ratu Elsa.

“Eliza!” teriak Ratu Elsa. Dia memanggil putrinya yang akan diperkenalkan kepada Rena. Lalu, muncullah seorang putri yang sangat mirip dengan Ratu Elsa. “Namaku Eliza,” katanya. “Aku Rena,” kata Rena sangat gugup. “Rena, kamu panggil aku Eliza saja, ya! Kamu sudah menjadi putri kerajaan ini dan ditugaskan untuk melawan Dragon King. Bersama aku,” kata Eliza, eh, Princess Eliza. (Sebaiknya, Eliza aja,ya! Hihihi!). “A.. Apa itu Dragon King?” tanya Rena. “Rena, kamu masuk ke permainan ini untuk melawan naga jahat. Sebenarnya, ada lima naga. Tapi, keempatnya sudah dikalahkan. Tinggal satu lagi naga yang sangat sulit untuk dibunuh. Jika kamu menatap mata naga, kamu akan menjadi batu,” jelas Eliza. “Oh, tapi, aku butuh senjata. Aku tak bisa melawan naga itu dengan tangan kosong,” keluh Rena. “Tenang. Supaya kamu tidak menjadi batu, makan permen ini! Dan, ambillah sehelai dari masing masing rambut pegacorn (pegasus dengan tanduk unicorn) ini. Lalu, letakkan di lantai!” kata Eliza. Lalu, Rena melakukan semua itu. Dan, dia melihat pegacorn berwarna ungu-krem. “Ini juga ada pedang ajaib!” kata Eliza. Rena asyik melihat lihat pegacorn itu. Rena memberi nama pegacorn itu Creple.

Creple membawa Rena dan Eliza ke tempat dimana naga itu tinggal. “Ayo, Creple! Bawa kami ke tempat dimana naga berada!!” seru Rena. Lalu, mereka sampai di kamar naga. Naga itu sedang tidur pulaaaaas sekali. “Ayo! Cepat makan permen itu!!!” seru Eliza. Rena segera memakan permen yang rasanya asam itu. Ketika naga terbangun, naga menatap mata Eliza dan Rena. Tapi, mereka tak bisa berubah menjadi batu. “Hra? Krenapa kralian trak mrenjadri bratu?” tanya naga itu. Naga selalu menggunakan huruf ‘r’ kecuali untuk kata ‘naga’. “Kami makan permen pelindung! Dan, kami punya pedang ajaib!” kata Eliza. “Hra? Permren prelindrung? Predrang ajraib? Kramu ingrin membrunuhkru, yra? Jangran! Braiklah, akru trak akran jadri naga jrahat lagri! Huhuhu…..,” naga menangis. “Baiklah, kami takkan membunuhmu,” kata Eliza.

Naga itu diberi nama King. Karena dia raja naga. Rena pun bebas dari game itu. Sebagai kenang kenangan, dia memberikan sebuah lonceng untuk King, dan menuju ke dunia manusia lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s