Catwalk vs Butterfly-Walk

Sejak pagi, Aster si kupu kupu melihat gerak gerik Catty, kucing yang selalu menjadi idola. Apa yang membuat Aster jadi begitu? Ternyata, Aster iri dengan sepatu yang dikenakan Catty. “Dimana mana, kucing itu angkuh,” gumamnya. Rose, teman Aster, tak sengaja mendengar kata kata Aster. “Kok, kamu berkata begitu?” tanya Rose. “Lihat saja, caranya dia berjalan!” jawab Aster sambil melirik ke arah Catty. “Catty, maksudmu?” tanya Rose lagi. “Ya iyalah! Dia itu berjalan layaknya pragawati terkenal saja!” kata Aster. “Kamu belum pernah mendengar istilah ‘Catwalk’ ya? Kan, pragawati terkenal meniru gaya kucing saat berjalan!” jelas Rose. “Keterlaluan! Huh, aku juga bisa! Pakai sepatu berhak tinggi pula!” kata Aster.

Di rumah, Aster segera makan sebungkus nektar instan yang dia beli dari Fifi, anak kumbang yang berjualan nektar instan. “Memangnya, hanya kucing yang bisa? Kupu kupu juga bisa, lah!” kata Aster masih kesal. Lalu, selesai makan, dia segera ke taman. “Hai Aster! Bagus, kan, sepatu baruku?” sapa Catty ramah. Aster cemberut. “Kamu pamer, ya?! Huh, aku juga bisa membeli sepatu yang lebih bagus dari kamu!” Aster naik pitam. “Aku tak bermaksud begitu,” kata Catty. “Sudah, jangan cari alasan! Kalau aku nanti bisa beli sepatu berhak tinggi, aku akan membuang istilah ‘Catwalk’ jadi ‘Butterfly-Walk!” sahut Aster dan pergi.

Besoknya, di sekolah Animal School. Aster membuang tas kuningnya ke kursi. “Dasar hewan tidak tau diri! Mentang mentang ada istilah ‘Catwalk’ mereka menjadi angkuh,” kata Aster. Lalu, Fifi duduk di sebelah Aster. “Hai, Aster! Kamu kok, cemberut begitu?” tanya Fifi. “Aku sebal dengan Catty. Dia sombong,” jawab Aster lirih. Fifi terdiam. “Ya sudah, jangan terlalu dipikirkan, Aster. Ayo ke air mancur! Kita mencari nektar dari bunga tulip yang indah!” ajak Fifi yang disetujui Aster.

Pulang sekolah, Aster langsung mengambil semua uang tabungannya. Dia akan pergi membeli sepatu di toko milik Dalmatian bersaudara, Ber dan Berny. “Hai, Aster! Kamu sepertinya ingin seseuatu yang sangat luar biasa hari ini?” sapa Ber ramah. “Aku ingin membeli sepatu. Berwarna emas dan ada hiasan hiasannya,” jawab Aster. “Oh, begitu, ayo ikut kami!” ajak Berny. Betapa terkejutnya Aster saat melihat tiga pasang sepatu yang berwarna emas berkilauan. “Wah, aku suka sekali. Ini uangnya. Kalau masih kurang, besok aku tambahkan,” kata Aster. “Masih kurang sebenarnya. Tapi boleh kau bawa. Asal kami boleh menggunakan corak sayapmu untuk produk bulan depan,” kata Ber. Aster menggangguk senang. “Terima kasih, Ber dan Berny. Kalian sungguh baik!!” seru Aster.

Aster tidak sabar untuk mencoba sepatu indahnya. “Aww! Hihihi…” Aster hampir saja terjatuh. Semua binatang, termasuk Catty, terkesima melihat sepatu emas berkilauan itu. “Oh, itu adalah sepatu terindah yang pernah kulihat. Dan kau kupu kupu paling anggun,” puji Catty tulus. Aster tersipu malu. Saking bangganya, Aster bercucuran keringat. Sayapnya bergoyang goyang tak sabar untuk terbang. Lalu, Rose datang mengunjungi Aster. “Lho? Aster, kamu kenapa?” tanya Rose saat melihat muka Aster amat pucat. “Aku hanya tidak berselera makan. Semuanya hambar,” jawab Aster. Rose melihat sepatu Aster. “Sepertinya, kau harus mencopotnya sebentar, lalu kau bisa merasakan nektar nektar ini,” sahut Rose. “Oh iya?” katanya. Lalu, Aster melepas sepatunya dan menyeruput sedikit nektar. “Wah, manis sekali! Slurrpp… gluk gluk! Ahh! Manisnya!” seru Aster. “Ya, sepatu inilah yang membuat semua makananmu terasa hambar,” jelas Rose. “Sudahlah, Aster! Jangan terlalu memikirkan ‘Butterfly-Walk’ mu yang konyol itu. Enakan jadi diri sendiri,” kata Rose lagi, sambil terbang kian-kemari. “Iya. Terima kasih Rose! Kamu benar! Ehh! Tunggu akuuuuuuu!” teriak Aster. Kini, dia tidak memakai sepatu itu lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s