Penampilan Angel (Angel’s Story 6)

Saat pulang sekolah, Angel dijemput oleh Mr. Felix, sopir pribadinya. “Ya Ampun, Non! Kok, bisa seperti itu tangannya?” tanya Mr. Felix. “Enggak apa apa, hanya terjepit pintu tadi,” jawab Angel bohong. Dia tidak boleh memberitahu semuanya ke Mr. Felix, Mom dan Dad soal Cassy. “Ke rumah sakit saja, yuk Non! Saya takut kena marah Tuan dan Nyonya,” ajak Mr. Felix. Angel menggeleng. Lalu, mereka pulang.

Di rumah, Angel langsung mengompres tangannya itu dengan air dingin. “Angel! Tangan kamu kenapa, Nak?” tanya Mom cemas saat melihat tangan Angel membiru. “Aku terjepit pintu,” jawab Angel tetap berbohong. “Ayo ke rumah sakit! Itu sudah infeksi lho! Dad! Dad!” panggil Mom. Dad segera ke kamar Angel. Mom memberitahu Dad soal tangan Angel. “Waduh, ayo ke RS! Kalau infeksi, nanti bisa diamputasi jari jarimu!” kata Dad dan segera ke RS.

“Sudah saya menyuntikkan obat anti infeksi. Jadi, dua sampai tiga hari lagi, Angel akan sembuh,” jelas Dokter yang bernama Dokter Randy itu. Mom dan Dad lega sekali mendengarnya. Lalu, masuk ke ruangan Angel dan membelai kepalanya. “Jangan khawatir, Nak. Pasti akan sembuh,” kata Dad. “Lain kali, jangan sampai ceroboh seperti ini,” pesan Mom. “Baik, Mom. Oh, iya, satu bulan lagi aku akan konser. Mom dan Dad harus nonton!” kata Angel. “Wah! Anak Mom pintar! Bisa konser di depan banyak orang!” sahut Mom bangga.

Di sekolah, Angel mencoba membuka pintu. Ternyata berhasil! Tidak nyeri seperti pertama kali Angel membuka pintu. Lalu, Cassy menghampiri Angel. “Maaf, gara gara aku terlalu emosi kemarin, tangan kamu jadi seperti ini,” sesal Cassy yang membuat Angel heran. “Iya. Sebagai rasa minta maafku, aku memberimu ini. Coklat dari Ibuku,” lanjut Cassy. “Terima kasih, Cassy,” kata Angel dan langsung makan coklat itu. Lalu, Maria dan Lita datang. “Hai Angel! Boleh duduk disini?” tanya Maria. “Boleh, tentu saja,” jawab Angel. Mereka pun bercanda ria.

Waktunya istirahat. Angel membuka bekalnya dengan susah payah karena membuka kotak bekal lebih susah dibanding membuka pintu. Cassy dan dua temannya pun datang dan membuka bekal Angel. Lalu, mereka tersenyum dan duduk di bangku kantin dimana Angel duduk. “Masih sakit, ya?” tanya Lita. “Iya, sedikit,” jawab Angel. Mereka terdiam. “Oh, iya, konsernya diundur menjadi tanggal 18 September, alias lusa. Tolong siapkan diri baik baik, ya!” kata Cassy dan mengajak dua temannya untuk meninggalkan Angel karena mau latihan.

Sepulang sekolah, Cassy, Maria, dan Lita mampir ke cafe milik Cassy. “Pesan jus jeruk 3! Gak pake lama!” perintah Cassy. Pelayan segera menuruti perintah Cassy. “Hahaha! Kita berhasil membuat dia percaya kalau kita sudah baik baik padanya!” tawa Lita. “Awas saja! Kita tidak akan lama berbaik hati padamu, Angel!” timpal Maria. “Bagus! Sampah itu telah kita bikin percaya kalau kita sudah berubah! Dasar Sampah Bodoh!” sahut Cassy kejam. Lalu pesanan datang. “Lama sekali! Tapi, enggak apa apa! Sudah pergi sana!” seru Cassy. “Jadi, aku punya rencana!” kata Maria. “Tumben, kamu punya rencana!! Apa rencananya?” tanya Cassy. Maria pun membisiki Cassy dan Lita. “Bagus! Aku setuju! Sampah kampungan itu akan terhina hina di depan penonton!!” cetus Cassy tajam.

Hari H tiba. Angel berdandan sangat rapi dengan gaun putih dan sepatu hak tinggi 4 cm berwarna putih juga. Lalu, dia melihat Cassy dan dua temannya itu di depan gerbang. “Heh! Kan aku sudah bilang, jam enam tepat!! Ini sudah lewat lima menit tau!!” seru Cassy. “Sudahlah, Gadis Bodoh! Ayo ikut kami!” kata Cassy. Mereka menarik tangan Angel ke ruang ganti. Lalu, mengeluarkan wig abu abu kriting, baju gembel, gincu merah, dan bedak super putih. “Pakai baju ini! Juga ini! CEPAT!!!” teriak Cassy. Setelah memakainya, mereka tertawa terbahak bahak. Lalu, mengoleskan gincu merah ke hidung, pipi, dan mulut Angel. Bedak super putih itu dipakaikan pada Angel secara kasar sehingga wajah Angel sedikit tergores terkena kuku mereka. “Akhirnya! Waduh! Acaranya dimulai lima menit lagi! Ingat, jangan sekali sekali merusak atau menghapus dandanan mu! Atau, kami akan merusak konsermu!” ancam Cassy.

Peserta pertama sudah selesai. “Peserta kedua, Angel!!!” seru host. Ketika Angel naik panggung, penonton tertawa tawa, termasuk host. “Apa apaan ini? Angel kenapa berpakaian seperti itu?” tanya Mom dan Dad. “Rasakan kamu, Sampah Kampungan!!! Jadi kamu dihina hina penonton!” kata Cassy. “Iya! Dasar Gadis Bodoh!” timpal Lita. Miss Betty pun heran. “Mana Cassy, Maria, dan Lita? Kenapa hanya Angel? Dan kenapa Angel memakai kostum itu?” Miss Betty bertanya tanya. Aneh tapi nyata, tawaan dan hinaan penonton meredup seketika. Angel juga semakin tenang ketika bermain piano. Hingga denting terakhir, penonton memberikan tepuk tangan yang super meriah untuk Angel. Cassy dan dua temannya kebingungan. “Kenapa mereka malah memberi tepukan pada nenek sihir jadi jadian itu?” tanya Maria. “Waduh, gagal kita, Cass!!!” seru Lita. “Diam! Brengsek! Kita gagal membuatnya malu!” seru Cassy. “Jadi gimana dong Cass?” Lita bertanya. “Urus diri masing masing!” kata Cassy marah.

Angel menang juara satu. Dia pun kembali ke rumah dengan senang. Cassy juga sudah pindah sekolah ke Rusia setelah terungkapnya kasus penyiksaan terhadap Angel. Lita dan Maria juga pindah ke Hannover. Sebelum itu, Lita dan Maria sempat minta maaf kepada Angel. Yang paling membahagiakan adalah, Sandy datang ke rumah Angel dengan penuh senyuman. “Aku akan kembali nanti,” kata Sandy setelah menjelaskan kalau dia tidak akan kembali lagi ke sekolah. “Janji, ya?” kata Angel. “Tentu,” jawab Sandy. Mereka pun berpelukan untuk terakhir kalinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s