Konser (Angel’s Story 5)

Sepertinya, Cassy mulai sangat bingung untuk membuat Angel keluar dengan cara kasar seperti kemarin. Dia mulai sering menyentak Angel. Bila salah sedikit, emosinya langsung naik. Kalau sangat emosi, dia akan melempar buku seberat 500 gram tepat ke arah badan Angel.

Saat latihan, Cassy terlihat bermain biola dengan kasar. Dia sangat bingung. Lalu, Angel salah menekan tuts piano. “Kamu tuh, yang giat dong! Jangan malas malasan! Jadi salah, kan?!” bentak Cassy. “Iya. Permainan Cassy yang bagus jadi rusak gara gara kamu!” timpal Maria. Angel terdiam. “Ayo ulangi!” perintah Cassy kasar. Ketika main piano, Angel salah menekan tuts piano lagi. Cassy melempar buku seberat 500 gram yang berisi nada nada piano ke punggung Angel. “Bodoh sekali, kamu! Aku kan, sudah bilang! Jangan salah lagi!” seru Cassy marah besar. “Maaf, Cass,” kata Angel. Lalu, Miss Betty datang. “Anak anak, bulan depan kita akan merayakan ulang tahun sekolah yang ke-14. Jadi, kalian akan tampil dengan kelompok kalian. Judul lagunya ‘Menggapai Mimpi’. Siapkan diri kalian baik baik!!” perintah Miss Betty. Lalu, beliau pergi. “Nanti, kalian ikut aku ke mall! Oke?” ajak Cassy penuh rencana.

“Dasar stupid girl! Mereka akan ikut di konser kita! Bikin malu saja! Dia itu kan, bodoh! Memainkan piano saja tidak bisa, bagaimana mau ikut konser kita?” sahut Lita. “Benar, Lit! Aku tak mau gabung sama dua gadis yang sok pintar dan bodoh seperti mereka!” kata Cassy. “Terus, gimana nih Cass? Dia mau kita apain?” tanya Maria. “Dasar bodoh, ya! Kita akan bikin malu di depan banyak orang! Itu saja kok repot!” jawab Cassy. Maria dan Lita tampak setuju dengan usul Cassy.

Di rumah, Angel dikejutkan oleh sebuah piano di kamarnya. “Wah! Bagus sekali piano ini!!” seru Angel takjub. Dia pun giat berlatih. Lagu ‘Menggapai Mimpi’ memang sudah dipelajarinya sejak dulu. “YEEE! Aku sudah bisa! Cassy pasti senang!!” kata Angel bangga. Lalu, dia makan siang dan main laptop nya yang bergambar ‘Princess Rapunzel’.

Di sekolah. Angel segera mencoba permainannya kemarin di ruang musik. Lalu, dia melihat Cassy masuk ke ruang musik. “Hei, Gadis Bodoh! Ngapain disini?!” bentaknya. “Aku mau latihan,” jawab Angel. “Latihannya nanti! Pergi!!!” teriak Maria. “Mana temanmu itu?” tanya Cassy. “Dia sedang pergi menjenguk neneknya selama dua bulan,” jawab Angel. Mereka tertawa. “Bagus! Berarti satu sampah telah hilang!” sahut Lita. “Kamu bilang Sandy sampah?” geram Angel. “Apa?! Mau ngelawan?!” teriak Cassy. “Heh! Jelek!!” seru Angel. Cassy marah sekali. Dia menarik Angel dan menyuruhnya untuk meletakkan tangannya ke pintu. Lalu menjepit tangannya. Angel berteriak. “Rasakan kamu, Gadis Bodoh!” seru Cassy.

Jari jari Angel membiru. Dia tak bisa melawan Cassy lagi. Dia tadi sempat mengumpulkan keberanian untuk melawan Cassy. Tapi, hasilnya sungguh mengerikan. Cassy juga sempat menjambak dan memukul Angel. Badan Angel sakit semua akibat ulah Cassy. Yang bisa dia tahan adalah tangisan. Dia pun mencoba menekan tuts piano, namun gagal. Jari jarinya tak bisa digerakkan. Dia hanya merintih. Lalu keluar dari situ.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s