Perjuangan Angel (Angel’s Story 4)

“Sekarang, kita adu permainan! Aku yang main biola, kamu yang bermain piano! Cepat!” seru Cassy marah. Angel berjalan menuju piano dan memainkan piano yang terbaik untuk Cassy. “Hey! Itu terlalu cepat! Ulangi lagi!” bentak Cassy. Ketika Angel menekan tuts piano yang kedelapan kalinya, Cassy melotot dan memukul meja piano. “Itu terlalu lambat! Kamu ini gimana, sih?! Serius apa enggak?!” seru Cassy. “Kamu tidak perlu marah marah, Cassy!” kata Sandy. “Diam kamu, Sandy!” teriak Cassy. Lalu, Cassy memainkan biola dan Angel memainkan piano. Lalu, Cassy mendorong Angel dan menendangnya. “Cassy! Kamu keterlaluan!” seru Sandy. Maria melotot. “Cassy itu benar! Sudah bagus permainannya! Bukankah si bodoh itu yang keterlaluan?” tanya Maria. “Kelas hari ini selesai!! Bubar! Dan awas kalau ada yang mengadu!” seru Cassy dan pergi.

Di luar, Sandy mengambilkan air putih pada Angel. “Mendingan kita keluar saja, Angel! Cassy sangat menakutkan, kasar, jahat, dan tega melakukan kekerasan,” keluh Sandy. “Iya. Aku juga tau. Tapi jangan mengadu, ya,” pesan Angel. Dia takut diintimidasi lagi oleh Cassy. Lalu, Cassy, Maria, dan Lita datang. “Gadis Bodoh, mau apa lagi kamu disini?” tanya Cassy setengah membentak. “Ka.. kami sedang mencari a… angin saja, Cassy!” jawab Sandy gelagapan. “Bagus kalau begitu! Kamu, Angel! Puas kamu kulakukan seperti itu tadi?!” seru Cassy lalu tertawa bersama kedua sahabatnya. Angel terdiam. “Kalau kamu terus mau gabung di kelompok kami, kami akan terus membuatmu seperti di neraka!” ancam Lita. “Kenapa kalian membenciku?” tanya Angel. “Karena kamu itu begitu terpandang! Kamu bisa mengalahkan aku lewat kecerdasan, tapi aku akan menang jika kita duel kekerasan, MENGERTI?!” bentak Cassy dan mengibaskan rambutnya ke muka Angel.

Di rumah, Angel sangat bingung. “Mengapa Cassy membenciku, Tuhan? Apa salahku?” gumam Angel. Dia memandang foto sahabat sejatinya di Amerika, Roselia. “Rose, aku merindukanmu……” kata Angel. Lalu, Mom membuka kamar Angel. “Angel Sayang, ayo makan! Ada steak ayam dan susu coklat, tuh!” kata Mom. Angel berdiri dan menuju ruang makan.

Besok, Angel pergi ke ruang musik. Dia ingin bermain piano sebentar. Lalu, Sandy datang. “Angel! Aku cemas nyari kamu!” seru Sandy. KREK! Cassy datang bersama dua temannya. “Sedang apa dia?!” teriak Cassy. Dia berderap menuju Sandy dan Angel. “Gadis Bodoh! Kalian kenapa tidak izin dulu sama aku?” seru Cassy. Mereka terdiam. “Kamu tuli, ya? Cassy bertanya, tuh! Jawab dong!” teriak Lita. “A.. aku tak tau, Cass,” jawab Angel. “Keluar kalian semua!” teriak Cassy. Mereka pun keluar. Cassy setengah melotot. “Enyah kamu dari sini!” seru Lita. Maria, Cassy dan Lita tertawa.

Saat istirahat, Angel dan Sandy sedang makan bekal mereka di kantin. “Sandy, kenapa sih, Cassy jahat begitu?” tanya Angel. “Dulu, Cassy sangaaat baik hati. Namun, teman lamanya yang bernama Agnes pindah sekolah. Sejak saat itu, dia jadi pemarah. Bahkan, dia ditakuti sama anak laki laki. Cassy juga tidak suka dengan anak baru,” cerita Sandy. “Jadi, Agnes yang membuat Cassy menjadi seperti itu? Pantas dia tak suka denganku,” kata Angel. Mereka menghela nafas. Lalu, Angel mengajak Sandy untuk kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s