Klub Musik (Angel’s Story 3)

Di rumah, Angel bingung mau ngapain. Masak kue? Angel tidak pandai memasak kue. Beli kue? Angel tidak punya uang. “Aduh, aku harus ngapain, nih?” keluhnya. Lalu ada ide di kepalanya. “Aku tau!”

Angel mau masak kue sederhana. Yaitu kue es krim gandum. Kue itu adalah kue kesukaan Angel sejak kecil. Dia menyapkan beberapa bahan sepert roti tawar, es krim vanila, krim coklat, biskuit gandum, serpihan kacang, dan mangkuk. Mula mula, Angel memasukkan satu sekop es krim dan diratakan. Kedua, Angel membuat lubang ditengah tengah dan memasukkan serpihan roti tawar. Ketiga, lapisi dengan satu sekop es krim dan ratakan. Lalu, membuat lubang dan memasukkan serpihan roti tawar. Keempat, Angel menyelipkan biskuit gandum di pinggir es krim. Kelima, taburkan serpihan kacang dan sudah jadi! Kue es krim gandum buatan Angelina Guardian sudah siap!

Malamnya, Bibi Rose mengajak Angel, Mom, dan Dad untuk ke mall. Angel senang sekali. Dia mengganti bajunya dengan baju tanpa lengan warna merah, rompi berwarna merah, celana panjang merah, dan sepatu berwrna merah. Wah, Angel cantik sekali dengan gaya merah merahan. “Wah, ini iblis, ya? Kok merah semua?” goda Bibi Rose. “Bibi! Ini aku, Angel!!!” teriak Angel sebal. “Hihihi… iya, deh, Keponakan yang Cantik! Ayo, masuk ke mobil!” ajak Bibi Rose.

Sepuluh menit kemudian, mereka sampai. Angel dan Kak Katrina ke tempat alat alat tulis. Bibi Rose dan Mom ke tempat masak masak. Dad dan Om Beryl ke tempat baju baju dan barang elektronik. “Ada pulpen gel ber-glitter, nih. Beli ah!” kata Angel. Setelah beli barang barang, mereka ke kasir. “Semuanya dua puluh lima juta,” kata kasir. Om Beryl segera membayar dan mereka kembali pulang.

Di sekolah, dia dan Sandy sedang ngobrol. Lalu, ada pengumuman. Bagi siapa yang berbakat main musik, dia boleh ikut di Klub Musik Sekolah. Kebetulan, Angel berbakat main piano. Sedangkan Sandy berbakat main seruling. “Sandy, ikut yuk!” ajak Angel. “Aku nggak mau. Ada satu hal yang kutakuti. Yaitu Cassy,” tolak Sandy. Angel terdiam. “Ada Cassy? Aku juga takut,” kata Angel. “Tapi, aku akan ikut. Bagaimanapun kejadiannya!” tegas Angel. “Ya sudah, aku akan ikut untuk menjagamu,” kata Sandy pasrah dan terpaksa. Lalu, mereka minta izin pada Miss Betty, guru musik di sekolah. “Boleh, kalian boleh ikut, mari!” perintah Miss Betty. Di ruang musik, mereka melihat Cassy, Maria, dan Lita sedang bercanda. “Anak anak, ada dua orang yang masuk ke kelompok kita. Yaitu Angel dan Sandy,” kata Miss Betty. Cassy tak percaya. “Beneran, Miss?” tanya Cassy tak percaya. “Iya. Latihan yang bagus, ya!” Lalu, Miss Betty pergi. Cassy menghampiri mereka. “Gadis Bodoh, jangan harap aku mau menerimamu disini! Awas, aku ketua kelompok disini! Jangan melawanku! Sekalipun!” ancam Cassy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s