Princess Luna 2

Selesai pesta, mereka putuskan untuk pergi ke toko buku. Mereka segera menyegat taksi. Kalau naik bus, Liana bisa muntah. Setelah sampai, mereka beli buku. Luna membeli buku KKPK Petualangan Negeri Peri dan Garage Sale. Sasha membeli buku KKPK Andin’s Stories dan novel Harry Potter and the Chamber of Secrets. Liana membeli buku KKPK The Magic Doll dan Kapok, deh! Kathy membeli buku KKPK Dicky oh Dicky dan Suara Misterius. “Teman teman, kita kemana lagi, nih?” tanya Kathy setelah membeli buku. “Ke…… Orange’s Mall, yuk! Pengin belanja, nih!” usul Luna. Mereka setuju.

Di Orange’s Mall, mereka mulai belanja apa saja dan ke mana saja. Dari mulai baju, HP, makanan, minuman, jam tangan, manicure, pedicure, ke salon, ke restoran, dan lain lain. Setelah itu, mereka pulang ke rumah. “Capek, nih! Olive! Olive! Bikinkan jus jeruk segar!!!” teriak Luna. “Iya, Non!!!” balas pembantunya, Olive. 15 menit kemudian, Olive datang membawa empat gelas jus jeruk. “Makasih, Olive!” kata Luna. Slurrrpppp! “Ah! SEGAR!” seru Kathy lebay. Lalu, mereka tidur siang.

Dua minggu sudah mereka liburan. Mereka masuk sekolah kembali. Di sekolah, Miss Olivia, sang Kepala Sekolah, memberikan informasi. “Bagi yang mengikuti lomba model, harap bersiap siap! Karena, tiga hari lagi, lomba akan dimulai. Satu lagi, karena lomba ini masuk ke dalam TV, jadi tampilkan yang terbaik atas nama sekolah kita!” kata Miss Olivia lewat speaker. Luna dan Sasha yang mengikuti, langsung membicarakan hal itu. “Waduh, aku belum beli gaun, nih!” keluh Luna. “Aku juga belum beli gelang, kalung, bla…… bla…….. bla…..” mereka berbicara panjang lebar. Sampai, bel masuk berbunyi hingga mereka bubar.

Tiga hari kemudian. Luna dan Sasha sudah ada di lokasi perlombaan. Terlihat Mary dan genk nya di salah sudut ruangan. Mary sedang di dandani oleh stylist nya. Lalu, dia melihat Luna dan Sasha. “Hey, masih berani saja datang kesini! Lagian, pasti juga aku yang menang!!” sindir Mary. “Huh, dasar sombong! Kalau saja kedokmu sudah terbuka, pasti kamu akan kalah dan bikin malu di atas panggung!” timpal Sasha. “Kalau ngomong jangan….” belum saja Leanna ngomong, sudah Luna putus. “Sembarangan? Kamu tuh yang sembarangan! Belum tentu dia yang menang! Kalau menang, hadiahnya pasti cuma botol minum lama!” ejek Luna sebal. “Huh, lihat saja!!” seru Mary. “Peserta lomba harap bersiap siap! Karena, perlombaan akan dimulai!!” kat seseorang melalui mix. Luna dan Sasha segera siap siap. “Peserta pertama, Luna!!!” seru host. Luna segera jalan diatas catwalk. “Nama saya Luna. Luna Anderson. Saya lahir di London, Inggris. Saya bersekolah di Excellent Elementary School. Saya berumur 14 tahun,” kata Luna memperkenalkan diri. “Peserta kedua, Mary!” seru host lagi. Mary segera maju. Tapi, kedatangan Mary disambut oleh tawa penonton. Ternyata, dandanan Mary terlalu menor. “Wuuuuuu! Badut! Hahaha!” seru penonton. Karena malu, Mary balik lagi ke bawah panggung.

Sekarang acara pengumuman pemenang. “Pemenang juara tiga, diraih oleh Belinda Rainna! Pemenang juara dua diraih oleh Juliana Lottie!!! Pemenang juara satu diraih oleh…….. Luna Hendrix!” seru host. Luna mendesah. “Maaf, ada kesalahan. Pemenang juara satu diraih oleh…. Luna Anderson!!!!” seru host. Mary menanga tak percaya. “Masa Luna? Ahhhh!” Mary sebal dan pergi. “Selamat, ya, Luna!!” kata host seraya memberikan piagam, tiket ke Canada selama tujuh hari dan piala besar dan mengkilap. Luna menjadikan hari ini hari paling spesial dalam hidupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s