Princess Luna

Luna, Sasha, Liana, dan Kathy sedang membaca informasi di mading. Ternyata, ada lomba ‘Princess Contest’. “Menarik. Ikutan, ah!” kata Luna. Kemudian, Mary, Serena, dan Leanna datang. “Jangan mimpi, deh, Lun! Kamu itu nggak pantes buat ikutan acara begituan. Hanya aku yang pantas mengikuti lomba itu!” sindir Mary. “Eh, itu mulut bisa dicuci nggak sih? Biar omongannya nggak gitu gitu mulu?” kata Luna. “Ya, terserah. Lagian, kalau kamu ikut, pasti juga aku yang menang!” jawab Mary. Lalu, Luna menarik tangan kedua sahabatnya itu dan pergi.

Setelah itu, Luna hanya membanting diri ke kursi. Huh! Lihat saja nanti! Aku pasti menang! kata Luna dalam hati. Lalu, dia mendaftarkan diri ke Miss Catrina di kantor. “Miss, saya mau daftar untuk lomba model. Masih ada, kan?” kata Luna. “Oh, boleh! Ini formulirnya. Silahkan diisi,” kata Miss Catrina. Setelah selesai, Mary datang. “Miss, saya ikutan di acara lomba model! Masih ada formulirnya?” kata Mary sombong. “Masih banyak. Ini, silahkan diisi!” kata Miss Catrina. Setelah itu, Luna pergi.

Di kelas, Mary, Serena, dan Leanna menghampiri meja Luna dan Sasha. “Heh, Luna! Berani beraninya kamu ikut lomba model!” bentak Mary. 1″Terserah aku, dong!!” seru Luna. “Ini anak belagu banget, ya! Belum pernah aku kasih pelajaran ternyata!” Lalu, Mary mendorong Luna sampai terjatuh. “LUNA!” teriak Sasha. Mary, Serena, dan Leanna tertawa. “Kalian ini apa apaan sih?! Kasihan Luna! Nanti kuhajar baru tau rasa kalian!” kata Sasha. Serena merasa tersinggung. “Heh, jangan…” kata kata Serena terputus. “Mau ngomong apa? Ngomong aja! Mengancamku? Menghajarku? Kurang ajar!” Sasha mendorong mereka. Lalu, Luna berdiri. “Sudah, Sha! Sabar,” kata Luna sambil memegang lengannya. “Aku nggak bisa sabar lagi! Mereka harus dikasih pelajaran!” seru Sasha. Mau tak mau, Luna menyeret Sasha ke luar.

Di rumah, Luna segera ganti baju dan makan siang. “Ma, aku tadi daftar lomba model, lho!!” pamer Luna. “Huh, gitu saja pamer! Basi, tau nggak!” sindir Kak Catherine, Kakak Luna. “Gitu aja sewot!” kata Luna sambil memukul tangan Kak Catherine. “Nggak pake mendorong bisa nggak?” sahut Kak Catherine. Luna terdiam. Memang begitu sifat Kak Catherine. Mudah marah, suka menyindir, dan tukang ngamuk. “Udah, ah! Capek disini! Si Luna juga pamer beritanya yang superduperbasi itu!” kata Kak Catherine sambil berjalan ke dapur untuk merebus teh.

Hari ini libur dua minggi karena kelas 6 lagi Ujian Nasional. Luna mengajak Sasha, Kathy, dan Liana ke rumahnya. “Hai, Lun!” sapa mereka. “Hai, masuk aja! kata Luna. Mereka ternganga melihat rumah Luna yang seperti kerajaan. “Ini kamar kalian! Barang barang kalian taruh aja di lemari!” Lalu, mereka mandi. Ternyata, kamar mandi Luna sangat mewah seperti di hotel. Ada sabun aneka rasa, shampoo aneka aroma, odol aneka rasa, dan sikat gigi warna warni. Bath up nya juga dilapisi emas asli. Mereka terkagum kagum.

Setelah mandi, mereka ganti baju. Luna mengganti bajunya dengan kaus tipis lengan panjang berwarna ungu, celana jeans pendek sebatas lutut, bando warna hitam polkadot putih, dan pita rambut berwarna emas. Sasha mengganti bajunya dengan kaus lengan pendek warna pink, celana warna merah, rambut dikucir kuda dan diberi bando warna perak. Kathy mengganti bajunya dengan baju lengan pendek berwarna hitam, bergambar gitar dan tulisan ‘Rock ‘n Roll’, rambut digerai panjang, dan ada gelang warna hitam di tangannya. Liana sangat simple! Dia mengganti bajunya dengan kaus tipis berwarna putih, celana hiam, dan dikucir dua dengan pita rambut warna pink. Lalu, mereka makan.

“Kayaknya, kita harus bikin party deh!” usul Liana. “Oke. Kita sekarang bikin…… ice cream party! Kebetulan, Mama ku beliin aku es krim delapan boks aneka rasa!” usul Luna juga. Lalu, mereka dibagi dua boks es krim. Luna rasa stroberi dan vanilla. Sasha rasa kacang dan coklat. Liana rasa anggur dan jeruk, dan Kathy rasa blueberry dan apel. Mereka juga diberi bahan tambahan seperti karamel, permen, pancake, sparkling candy, cheese cake, yoghurt, dan sebagainya. Luna membuat strawberry cream pancake dan sparkling vanilla ice cream with yoghurt. Liana membuat grape cheese cake dan orange pancake candy. Sasha membuat caramel peanut ice cream with sparking candy dan pancake chocolate ice cream. Kathy membuat pancake blueberry cream dan apple candy ice cream. “SAATNYA MENCICIPI!” teriak mereka saat selesai membuat. Mereka mencicipi masakan Luna. “Uh, so very very good! Excellent!” puji Kathy. Lalu, mereka ke meja Kathy. “Pancake nya enak! Menggugah seleraku!” kata Sasha. Lalu, mereka ke meja Liana. “Cheese cake- nya…… enak! Aku akan habiskan dua puluh potong cheese cake bikinan Liana dalam porsi besar!” canda Kathy. Lalu, mereka ke meja Sasha. “Hueeeeekkkksss!!!!” begitu reaksi Kathy, Luna, dan Liana ketika mencoba masakan Sasha. Sasha bingung. Ternyata, Sasha tidak sengaja memasukan garam ke es krim-nya. Yah, mereka bubar, deh!

One thought on “Princess Luna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s