Kenapa Dengan Mama? (Julie’s Story 5)

Akhir akhir ini, Mama jadi suka marah marah. Julie makan agak kececeran di meja aja, dimarahin setengah mati. Julie heran. Ada apa dengan Mama? Kenapa Mama sering marah marah?

Di sekolah, Julie curhat dengan Vanya. “Emm….. kamu bikin sesuatu aja. Kayak kue atau minuman gitu……” usul Vanya. Julie terdiam sebentar. “Makasih atas usulnya,” kata Julie dan segera pulang. Vanya bingung dibuatnya.

Ketika sampai rumah, Julie rencananya ingin membuatkan Mama puding coklat lapis vla. “Pertama, ambil dua bungkus tepung jelly. Lalu, rebus 200 cc air dingin. Lalu, masukkan dua bungkus tepung jelly… bla bla bla………………………” Lalu, Julie mengambil cetakan bunga besar di dalam lemari dapur. Setelah puding dingin dan mengeras, Julie membuat vla nya. Setelah itu, Julie mengangkat pudingnya dan menyiramkan vla di atasnya. Lau, memotong puding jadi empat bagian. “Mama, ini puding buatan Julie khusus dan hanya disajikan untuk Mama. Dengan penuh cinta di dalamnya!” kata Julie asal dan nyengir. Mata Mama melotot. “Julie! Apa apaan kamu ini?! Pakai bikin puding segala?! Pasti pakai uang Mama, ya? Uang Mama itu hampir habis Julie!” bentak Mama. Julie menangis keras. Dia sangat tersinggung dan kecewa atas ucapan Mama yang tidak enak didengar.

Pintu kamar Julie dibuka. Ternyata Mama. “Julie, kamu penasaran ya, kenapa Mama akhir akhir ini suka marah marah?” kata Mama. Julie mengangguk. “Mama hamil, Julie. Mama sudah ingin punya satu anak lagi. Mama harap, kamu bisa maafkan Mama, ya,” jawabnya. Julie tercengang. “APAAAAA?!!!” teriak Julie ceria. Berarti, dia akan dipanggil ‘kakak’ oleh adiknya. Selama ini, Kak Julia pasti mengejek Julie masih kecil. Sekarang, dia akan dipanggil “Kak Julie”.

“Jadi kakak itu susah,” kata Keisha. Dia mempunyai dua adik. Satu perempuan dan satu laki laki. “Ya, semua perhatian Mama-Papa kamu akan tercurahkan hanya kepadanya,” goda Lulu. Julie cemberut. Lulu yang jail itu terkikik. “Gini, jadi kakak harus sabar. Semua harus kamu korbankan demi adikmu. Tapi, kalau kamu marah, kamu nggak boleh membentak dia. Marah boleh, tapi tidak boleh melakukan kekerasan,” jelas Keisha panjang pendek. “Kalau kamu sudah marah banget, pukul aja pake sapu! Hahaha!” Lulu terpingkal pingkal. “Nggak boleh, lah!” seka Julie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s