Aku Benci Adik Baruku (Julie’s Story 4)

Julie mendapat adik baru bernama Emily. Dia sebenarnya anak Tante Hilly dan Om Gilbert. Emily berumur 10 tahun. Emily juga bisa dibilang nakal dan manja. Julie amat kesal dan ingin mengembalikan Emily pada Tante Hilly dan Om Gilbert.

Suatu hari, Julie dan Kak Julia menonton West Film. Tiba tiba, terganti ke Cartoon Chanel. Ulah siapa itu? Emily! Wajah Julie merah padam. “Ganti TV nya ke West Film! Enak enakan lihat Anna and the King, malah kamu ganti! Heh, ingat ya, kamu cuma anak angkat disini! Lagi pula, aku kakak angkatmu, kan? Kamu harus nurut sama aku!” omel Julie panjang lebar. Emily terdiam. Dia sering kena marah Julie. “Bagus kalau kamu mengerti, Anak Manja!” tambah Julie pedas. Emily pun pergi. Julie tak mempedulikannya.

Saat makan malam, Emily berbuat nakal lagi. Dia mengambil ayam jatah Julie. Langsung saja, Julie teriak. “HEH! Itu jatahku, tau! Kembalikan!” seru Julie. “Malas, deh!” Lalu, Emily makan ayam itu dengan lahap. Mata Julie mendelik. Mama tak berani menegurnya, begitu juga Papa. PRAK! Julie menampar adiknya sendiri. Emily menangis. “Anak ini ngeselin baget, ya! Kamu kan cuma anak angkat disini! Kamu nggak boleh berlaku seenaknya! Kayak rumah kamu sendiri aja! Kalau kamu melakukan kenakalan sampai sepuluh kali, kembali ke rumah kamu yang dulu! NGERTI?!” seru Julie sambil pergi dari meja makan.

Hari ini hari minggu. Papa, Julie, Kak Julia, dan Emily akan berolahraga di lapangan. “Pa, kok, Kak Julie diajak? Kita pergi bertiga aja, ya!” sindir Emily. Mata Julie menyipit. “Kamu bilang apa? Aku nggak ikut? Kamu aja gitu yang ikut? Pa, aku ikut! Berat badanku naik 2 kilo jadi 25 kilo sekarang! Aku harus olahraga terus! Aku ikut!” kata Julie. “Iya, semua ikut,” kata Papa. “Yeee! Dasar sok tau!” ejek Julie.

Hari ini Emily pulang. Entah apa alasannya. “Semua ini gara gara kamu!” kata Kak Julia yang selama ini suka bermain dengannya. “Apa? Aku yang salah?! Bukankah Emily yang salah? Dia sudah merebut kasih sayang yang diberikan Mama dan Papa ke aku! Apa itu aku yang salah?! HA?!” teriak Julie. Matanya berkaca kaca. Lalu, dia pergi dari situ.

Dia masih menangis di kamar. Dia terngiang kata kata Kak Julia tadi. “Semua ini gara gara kamu!” Huh, Julie tersinggung sekali. Bukankah ini adalah balasan dari semua perlakuannya? Julie sebal sekali. “Julie…..,” kata Kak Julia. Julie menoleh. “Maafin Kakak, ya! Memang sih, Emily nakal. Maafin ya!” kata Kak Julia. Lalu, mereka berpelukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s