Pelajaran Buat Donna (Julie’s Story 2)

Kelas Julie kedatangan murid baru. Namanya Donna Anabelle. Masalahnya sama Donna ini, dia itu sombong dan nyebelinnya minta ampun. Julie saja sampai kewalahan menghadapinya.

Saat pelajaran olahraga, Julie dan sahabatnya Lolly sedang jogging di lapangan. Tiba tiba, dia bertemu Donna di taman. “Donna! Ayo jogging bareng kita! Daripada kamu duduk mulu!” ajak Julie. Donna menghampiri mereka. “Kamu siapa, sih, Centil Berambut Pirang?” kata Donna ketus. “Aku Julie. Divarra Julie Brown. Ini sahabatku Lolly,” jawabnya. “Emangnya, aku mau jogging bareng kalian? Dengerin, ya, aku nggak mau berteman dengan anak kampungan seperti kalian! Lihat aja, muka kampungan, rambut nggak beraturan, sepatu kotor, bau apek kena keringat. Mendingan, kalian jogging sama anjing aja, deh!” ejek Donna. Lolly menampar Donna. “Bilang apa kamu tadi?! Hah?!! Muka kampungan? Bukannya kamu yang mukanya begitu norak dan kampungan? Hah?!” seru Lolly emosi. Donna sampai terjatuh. Bajunya kotor. “Uh! Bajuku!” katanya lirih. “Kasihan deh loe!” ejek Lolly sambil menjulurkan lidah.

Di kelas, Julie melihat Giselle sedang menangis. Katanya, dia tadi diolok olok Donna karena tidak pernah ke Rusia. “Si Donna itu benar benar susah diurus,” keluh Julie. “Mau tidak mau, kita harus kerjain dia! Masa, kita dikucilkan terus!” usul Dicky. “Oke juga idenya. Tapi ngerjainnya gimana?” tanya Bertha. Semua terdiam mendengar ucapan Bertha. “Aha! Bagaimana kalau…….. nanti, kalau kemah, kita ambil nasi yang banyak, sehingga Donna tidak dapat jatah!” usul Julie. Dicky bingung. “Kamu tega dia kelaparan?” tanya Dicky seperti tak tega. “Tega sekali!” jawab Julie santai. “HA?????????”.

Saat kemah, Julie meringkuk sambil menyetel lagu yang Mama berikan. Dia bersama kelompoknya; Kellie, Donna dan Dania, terjebak di tenda karena acara api unggun ditunda karena ada hujan. Donna juga jijik dan takut di hutan. “Anak anak, ayo keluar! Waktunya makan malam!” Tiba tiba, Miss Masha membuka tenda mereka. “Tempat makan-nya di mana, Miss?” kata Donna. “Di pojok hutan,” kata Miss Masha sambil mengedipkan mata pada Kellie, Julie, dan Dania. “Aduh! Aku takut, nih!” katanya. Lalu, Julie mengambil satu jaket lagi karena udaranya dingin sekali. Saat makan, Donna diberi jatah cuma setengah piring nasi, telur goreng, ayam bakar, dan susu coklat panas. Julie puas melihatnya. “Acara selanjutnya, jurit malam,” kata Miss Masha. Donna terbelalak. “JURIT MALAM?!!!” seru Donna. “Iya. Acara dimana kamu dilepaskan bersama kelompokmu ke dalam hutan,” kata Miss Masha senyum senyum kepada Kellie, Julie, dan Dania. “Saya tidak ikut boleh?” tanya Donna. “Tidak boleh. Semua siswa wajib mengikuti semua kegiatan kemah,” jawab Miss Masha. Saat jurit malam, Kellie tiba tiba sembunyi ke balik pohon. Dania juga menghindar dari barisan. “AAA!” teriak Julie pura pura ditarik hantu, padahal dia ditarik Dania. Dalam keadaan superpanik, Donna menjerit jerit. Mereka bertos ria.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s