Kimmy the Bully Girls

Di kantin. Annie dan Julie sedang menikmati bakso ayam dan jus apel. GUBRAK! Tiba tiba, Kimmy, anak baru yang centil dan galak, menggebrak meja kantin. “Ngapain kalian disini? Ini mejaku, tau! Pergi sana!” serunya. Annie balas memukul meja. “Seenaknya kamu mengusir kami! Kamu tuh yang harusnya pergi! Kalau kamu tidak pergi, kusiram kamu pakai jus apel!” ancam Annie. “Siram aja!” BYUR! Annie menyiram seragam Kimmy. “Julie! Ayo pergi dari sini!” ajak Annie sambil meninggalkan bakso ayamnya. “Grrrrhh! Awas kalian!”

Bukan Annie dan Julie saja yang sebal dengan Kimmy. Emily, Rose, Daniel, dan Class Leader Dicky pun benci terhadap Kimmy yang suka marah marah. “Enaknya, si Kimmy itu kita apain, ya?” tanya Rose. “Kita kerjain aja!” usul Emily yang usil. “Jangan! Nanti dia ngamuk, lho!” sahut Daniel. “Mmm…. kita buat dia sadar aja, atas perlakuannya selama ini!” usul Dicky. Semua anak terdiam. “Bagus juga, tuh!! Kita kerjain dia aja dulu. Nanti dia marah, lalu kita sadarkan,” kata Emily. “Oke. Tempatnya, di balik meja guru. Besok, kita akan menjalankan aksi kita!” komando Dicky.

Saat makan siang, Kimmy membawa bekal sendiri. Katanya, dia membawa spageti tuna. Dia tidak mau makan makanan sekolah karena dia menganggap itu tidak steril. Lalu, Milly tidak sengaja menyenggol Kimmy dan bekalnya jatuh. Beberapa helai spageti tumpah. Kimmy mendelik ke arah Milly. Dia mendorongnya sampai tangannya lecet. “Kamu tuh, jalan pake mata dong! Kamu sengaja, kan! Ngaku saja, deh!” Kimmy marah marah. Untung saja, ada Annie. “Kimmy! Apa apaan kamu?! Kamu melakukan tindakan keras disini! Dan itu dilarang!” kata Annie sambil menolong Milly berdiri. Kimmy hanya bisa diam sambil melirik kesal.

Di kelas, “Semua siap? Yang dibutuhkan cuma bola. Kita akan melempar bola ini ke arah muka Kimmy,” kata Dicky. Semua anak mengangguk, terutama Annie dan Julie. Lalu, Annie dan Julie bersembunyi di sudut kelas. Mereka memegang bola karet. KREK! Kimmy datang. Tiba tiba, empat bola karet dilempar ke arah muka Kimmy. Lalu, Emily tertawa. Dicky, Daniel, Annie, dan Julie segera keluar dari tempat persembunyian mereka. “HEY!! KALIAN KENAPA MELEMPARKU MEMAKAI BOLA KARET JELEK INI?!” teriaknya. “Karena kami muak dengan mu! Puas?” sahut Emily dan Milly. Daniel merebut bola itu dengan keras dan meleletkan lidah tanda mengejek. “Kimmy, dengarkan aku! Bagaimana rasanya dipukul dengan bola? Tidak enak, kan? Lemparan bola itu, ibarat kamu mengejek dan membentak kami sehingga kami tidak bisa membalasmu. Dan, sekarang, kamu telah merasakannya. Jadilah orang yang baik kali ini!” kata Annie. Lalu, Kimmy berjanji akan jadi murid yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s