Kreasi Es Krim Nana

Nana adalah gadis cilik periang, aktif, dan sukaaaaaa sekali es krim. Hampir setiap hari, dia membeli es krm di Bu Sari, penjual es krim langganan nya. Di rumahnya, juga ada es krim berbagai macam rasa.

“Baiklah Anak Anak, jangan lupa PR halaman 56-60! Sekarang, kalian boleh pulang!” kata Bu Lila. Semua duduk dengan rapi. “Nana, silahkan pulang duluan!” kata Bu Lila lagi. Nana tersenyum. “Assalamu’alaikum, semuanya!” pamit Nana.

Di perjalanan, dia melihat Bu Sari. Lalu, dia menghampirinya. “Bu Sari, es krim ada?” tanya Nana. “Ada, kok! Mau yang mana, es krim coklat dengan potongan kue coklat atau es krim buah dengan potongan buah?” jawab Bu Sari. “Es krim buah saja, Bu!” kata Nana. Lalu, Bu Sari mengambilkan es krim untuk Nana. “Ini, Nana! Harganya tiga ribu rupiah,” kata Bu Sari. Lalu, Nana memberikan uang sebesar tiga ribu rupiah dan kembali pulang.

Saat sampai di rumah, Nana mengganti bajunya dengan baju lengan pendek bergambar taman, mengkucir rambutnya dengan ikat rambut warna cokelat, rok pendek selutut, dan mengganti bandonya dengan bando warna ungu. “Wah, anak ibu cantik sekali!” puji Ibu saat Nana ke dapur. Nana tersipu malu. “Bu, nanti makan siangnya apa?” tanya Nana sambil membantu ibu menata piring dan sendok di meja makan. “Ada nasi putih, ayam goreng, mie rebus, udang tepung, sayur asem, dan es krim coklat isi puding yang dipotong dadu,” jawab Ibu. “Nana juga beli es krim tadi di Bu Sari! Es krimnya enak banget. Soalnya, ada isi potongan buahnya! Hmm… enak!” kata Nana. Ibu tersenyum. Lalu, Ayah dan Kak Key datang. Mereka makan siang bersama, deh!

Paginya, Nana bermain di taman bersama Diva, Theresa, dan Melanie yang juga suka es krim. “Na, gimana, kalau kita bikin kreasi es krim? Kan, seru, tuh!” usul Diva. “Oke juga idenya! Tapi, masa kita yang menyediakan es krimnya? Kan, harus patungan dulu?” sahut Theresa. “Tenang aja! Aku punya segala macam rasa es krim di rumah! Nanti, kita pake es krim ku aja!” kata Diva. “Bagus, tuh! Itu namanya tanggung jawab!” kata Melanie. “Tanggung jawab?” semua bingung. “Gini, lho, maksudku! Karena Diva yang ngajakin kita, jadi dia juga yang harus sediakan barangnya! Gitu!” jelas Melanie. Lalu, mereka ke rumah Diva.

Sesampainya di rumah Diva, mereka ke dapur. Untung saja, keluarga Diva lagi keluar. “Wah, es krim kamu banyak banget! Boleh, nggak, aku borong semua?” canda Nana. Semua tertawa. Lalu, mereka menyiapkan barang barangnya. Mereka mengeluarkan lima boks es krim rasa stroberi, anggur, vanilla, coklat, dan kacang. Nana membuat es krim Strawberry Peanut Ice Cream. Diva membuat es krim Chocolate Vanilla Ice Cream. Theresa membuat es krim Vanilla Peanut Ice Cream. Melanie membuat Grape Vanilla Ice Cream. “Sekarang, waktunya cicip cicipan!” seru mereka. Setelah cicip cicipan, mereka pamit kepada Diva. “Bentar! Ini tadi kreasi kalian! Jangan lupa bawa pulang. Ini, juga ada satu boks es krim rasa vanilla, stroberi, dan coklat untuk kalian,” kata Diva menjelang mereka pulang. “Terima kasih, ya! Kami pamit dulu! Dah!” seru mereka.

Semenjak Nana membuat kreasi, Ibu semakin sering membelikan Nana es krim untuk dibuat kreasi. Dan, Nana punya toko es krim bernama “Kedai Es Krim Nana”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s