HP Baru Karina

Karina adalah gadis cilik berumur 11 tahun. Dia bersekolah di SD Nusa Bangsa IV. Teman temannya kaya kaya. Kalau punya apa apa, selalu dipamerkan. Termasuk HP. Karina dari dulu ingin sekali HP.

Saat istirahat, Karina menghampiri Diana. “Hai, Di! Wah, HP baru, ya!!” goda Karina agak cemburu ketika melihat HP baru Diana. “Iya. Enak, lho, punya HP! Kamu bisa facebook kan! Kamu kan, punya facebook!” sahut Diana bangga. Aku harus bisa beli HP! Harus! batin Karina tekad.

“Ayah, Ibu, belikan Karina HP, ya!!” rengek Karina saat di rumah. Ibu bengong. “HP? Buat apa, Nak? Kalau mau, belinya harus pakai uang tabungan kamu! Lagian, buat apa, sih, Karina?” tanya Ibu. “Bu, Yah, teman teman Karina sudah banyak yang punya HP. Karina juga pengin, Bu,” jawab Karina. “Tapi, Nak! Kamu pasti hanya ingin facebook-an sama teman teman kamu, kan?” tebak Ibu. “Ibu jahat!” seru Karina. “Iya.. oke, oke! Ibu belikan! Tapi, kalau dapat tiga besar!” Ibu mengalah. “Asyiiik!!!!!” teriak Karina.

Di sekolah, Karina melihat Amelia sedang memamerkan HP nya. “Hai, Mel! HP baru, ya?” tanya Karina. “Iya, dong! Papa aku yang beli! Ini beli di Amerika! Bagus, kan?!” pamer Amelia. Karina cemburu dan langsung duduk di bangkunya. Saat pelajaran, Karina melamunkan HP barunya nanti. “Karina! Kenapa kamu melamun? Perhatikan! Kalau kamu tidak dapat rangking, bagamana? Jangan salahkan saya kalau kamu tidak dapat rangking!!” seru Miss Millie, guru bahasa Inggris. “Iya, Miss,” kata Karina lemas.

Ketika menerima raport, Karina mendapat rangking dua. Karina amat senang. “Asyik! HP idaman, aku datang!!” teriak Karina. Ketika pulang, Karina langsung melihatkan hasil pembelajarannya. “Ayo, kita akan ke toko HP!” kata Ibu. Setelah pilih pilih HP, Karina memilih HP Cross a22.

“Wuih! HP baru, nih! Kok, HP aku nggak sebagus kamu, ya?” kata Diana. Karina menoleh. “Iya, dong!!” kata Karina. Setelah itu, Karina ingin membuka twitter nya. Tiba tiba, layar HP blank. “Waduh, HP ku kenapa?” Karina hampir saja menangis. Ayah, Ibu, maafkan Karina, ya! batin Karina sadar telah memaksa orang tuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s