Buku Resep Tua

Nana adalah gadis cilik yang cantik dan berbakti pada orang tua. Ia mempunyai penghasilan berupa toko roti. Sebelum jam dua siang, roti selalu habis. Roti yang selalu laris dibeli pelanggan adalah roti empuk isi abon sapi.

Suatu hari, Nana sedang membantu ibu membuat roti empuk isi abon sapi. Susah sekali bikinnya. Tapi, dengan sabar, Nana membantu ibu membuatnya. “Nana, ini roti pesanan Bu Indah. Tolong kimikan ke rumahnya, ya! Satu potong, dua puluh ribu,” kata Ibu. “Oke, bu!!” kata Nana. Kemudian, Nana mengambil kerudung hijau miliknya dan berangkat ke rumah Bu Indah.

Setelah mengirim kue ke Bu Indah dan sampai, Nana membereskan kamarnya. Saat ia menata buku ceritanya, ada satu buku yang belum pernah ia lihat. Mungkin, warisan dari nenek moyang Nana. Ia memungut buku itu. Ketika di buka, tulisannya terlihat tidak jelas, samar samar. Saking penuhnya debu buku itu, Nana sampai terbatuk batu ketika membukanya. “Bu, ini buku siapa?” tanya Nana ketika menghampiri ibunya. “Ini buku….. ha!???” teriak Ibu terkejut. “Kenapa, Bu? Ibu kenapa?” tanya Nana cemas. “Ini buku warisan nenek moyang kamu, Na! Ini buku resep!” kata Ibu. Diam diam, Nana akan membuat kue itu secara diam diam.

Nana mulai ke taman belakang. Bahan kuenya yang berhasil dibaca Nana cukup aneh. Seperti, kelopak bunga melati dan mawar, daun sebanyak lima puluh lembar, air embun pagi yang menempel di daun, dan setetes parfum melati. Nana mencarinya dengan sabar. Ketika sudah selesai mencari, Nana membuatnya.

Ia mengambil mangkok, parfum melati milik Ayah, sendok, dan garpu. Nana memasukkan kelopak mawar dan melati. Lalu mengaduknya sampai halus. Kemudian, daun sebanyak lima puluh lembar. Nana mencampurkan setetes air embun pagi. Lalu, setetes parfum melati. Nana memasukkan adonan dalam oven. Kemudian, Nana mulai membuat vla. Nana memasukkan telur, susu, dan mentega. Lalu di aduk sampai mendidih. Setelah mendidih dan kental, tambahkan saus karamel. Hmmm… aroma menyebar ke seluruh toko.

Nana mencobanya. Memang enak rasanya! Seenak kue yang ada di surga. “Nana! Apa yang kamu lakukan?!” seru Ibu. “Ini kue yang aku baca dari buku resep nenek moyang!” jawab Nana. “Kamu tidak apa apa?” tanya Ibu. Kemudian, seorang pelanggan datang. “Mau pesan apa?” tanya Ibu. “Tiramisu,” jawab pelanggan. “Habis. Tinggal kue misterius,” goda Ibu. “Aku… boleh coba?” tanya pelanggan. Ketikan mencobanya, mata pelanggan berbinar binar. “Aku borong semuanya!!” kata pelanggan. Nana segera membuat lagi dan menyerahkan kuenya. Nana benar benar hebat, ya, Kawan Kawan!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s