Kupu Kupu Persahabatan

Kelas 6 kedatangan murid baru. Sudah terbukti, kalau anak baru itu amatlah pemalu. Suaranya saja pelan. Ia selalu menunduk. Sesekali, ia menoleh ke arah anak lain. “Ha… halo! Assalamu’alaikum, teman teman! Na.. nama saya Salsabila Oktaviani! Salam kenal, ya!” kata anak yang bernama Via itu. “Via, kamu duduk disebelah Mayang ya!” kata Bu Salma, wali kelas Via yang baru.

“Vi, ayo ke kantin!” ajak Hanny dan Lia. “A… aku.. oke! Ayo!” sahutnya pelan. Hanny menggandeng tangan Via. “Kamu mau pesan apa? Aku traktir deh!” kata Lia. “Mmmm… mie rebus sama es teh aja!” kata Via agak keras. Mereka pun makan pesanan mereka. “Sore ini, datang ke rumahku, yuk!” ajak Via. “Yeee!!!!” kata Hanny dan Lia.

“Nah, masuk, yuk!” ajak Via. Hanny dan Lia menganga melihat rumah Via yang amat bagus. “Wah, aku di istana kerajaan, ya?” kata Lia sambil menganga. “Hihihi… enggak, kok! Kamu ada di rumahku!” sahut Via. “Marmer-nya bagus banget!” puji Hanny. “Hehehe! Lantai marmer-nya, Kak Sinta yang minta. Lampu kristalnya, Mama yang mau. Hiasan hiasan yang lain, punya Papa. Vas bunganya, aku yang mengusulkan,” jelas Via. Tiba tiba, wanita setengah baya datang dengan pakaian sangat rapi dan mewah. Itu Mama-nya Via! “Via, siapa mereka, Sayang?” tanya Mama Via. “Itu… teman Via, Ma! Ini Hanny, ini juga Lia,” jawab Via. “Ya sudah, Mama sedang ada acara di rumah Tante Risa. Suguhkan mereka makanan, lho, Sayang! Mama tadi buat kue nastar isi keju,” pesan Mama-nya Via. Via mengangguk. “Ayo, ke kolam ikan!” ajak Via. Sesampainya di kolam, banyak sekali ikan bagus bagus. “Aku ke dalam dulu, ya!” kata Via. Via datang dengan membawa nampan berisi tiga gelas jus apel dan kue nastar di toples amat berkilau. “Ayo dimakan!” kata Via. Hanny membuka toples nastar dengan sangat hati hati. Ia percaya kalau toples itu harganya berjuta juta. “Wah, enak!!” kata Hanny. “Ya sudah, aku pulang dulu ya!!!” kata Lia setelah menghabiskan segelas jus. “Ini bingkisan untuk kalian,” kata Via. “Makasih!”

“Eh, kamu dapat nilai berapa tadi? Aku parah, 5,0!” kata Hanny. “Aku 10!” jawab Via. Tadi memang ada ulangan mendadak. “Pintar, kamu! Aku saja 7,9!” kata Lia. “Iya. Cindy yang pintar itu akhirnya bisa kamu kalahin!!” seru Hanny. “Sssttt! Aku tak mau dianggap sombong, Hann! Masa, anak baru udah sombong!” kata Via. Tiba tiba, Hanny mengeluarkan kotak kayu berwarna biru. “Apa itu?” tanya Via. Hanny dan Lia tersenyum. “Kamu mau, kan, jadi sahabat kami?” kata Lia. “Kami memberikan ini padamu. Sebenarnya, sudah lama kami rencanakan. Kamu mau, kan?” tanya Hanny. “Aku mau! Terima kasih kawan!” kata Via. Lia membuka kotak itu. Isinya kalung kupu kupu! Indah sekali! “I love you, Hanny and Lia,” kata Via.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s