The Trouble Makers

The Trouble Makers adalah gank pengacau dan pembuat onar di American British Elementary School. Anggotanya adalah Lily, Alice, dan Ally. Anak ini pernah membuat onar di sekolah. Dari para guru, anak baru, anak lama, dan pekerja pekerja disini sudah sering kena usil anak itu.

Tessie, Diva, dan Caroline sedang jajan bersama. “Car, aku heran, deh! Kenapa, sih, Trouble Makers itu nggak dikeluarin aja dari sekolah ini!” omel Diva. “Aku juga mikir begitu, mereka itu bener bener pembuat onar di sekolah ini!” kata Caroline keras. The Trouble Makers datang. “Kalian kenapa disini? Sana pergi!” usir Alice. “Kenapa memang? Salah apa, kalau kita duduk disini?” kata Tessie ketus. Tessie memang tidak takut dengan mereka. “Banget! Pergi, sana! Cepat!!” seru Lily, ketua genk The Trouble Makers. “Lily, kenapa kalau kita duduk disini?” tanya Diva lembut. “Alah, jangan sok lembut kamu! Cepat pergi! Lelet anak ini!” omel Ally. Caroline, si ketua kelas, menghampiri Lily. “Kamu bilang apa tadi?! Lelet? Emang kita siput? Kita bisa lari lebih cepat daripada kalian, Pembuat Onar!” kata Caroline. “Ayo, kita cari tempat lain! Disini panas!” kata Lily.

Saat tidak ada pelajaran, Tessie bercakap cakap dengan sahabatnya itu. “Huh, sejuk sekali! Beda dengan di kelas! Panas!” kata Diva. “Karena ada kamu, Diva!” kata Lily, saat di depan mereka. “Apa maksud kalian? Aku membuat kelas jadi panas?” tanya Diva. “Aku minta kalian tidak mengejek apalagi berurusan dengan kami, atau kamu celaka!” seru Ally. “Celaka? Apa maksudmu? Kalian adalah geng yang ditakuti di sekolah? Tidak masuk akal!” Caroline tertawa tepingkal pingkal. Lily mendorong Caroline. “LILY!!” Bruk! Tessie mendorong Lily balik. “Kamu tidak pernah merasakan bagaimana perasaan orang yang kamu kerjai, kan? Sekarang kamu merasakannya!!” kata Tessie sambil membantu Caroline berdiri.

Alice dan Ally mendekati bangku Tessie. “Tessie! Kamu harus minta maaf pada Lily! Dia sekarang nangis terus,” kata Ally. “Minta maaf?! Nggak salah denger tuh?” kata Tessie sambil tertawa. “Nggak! Kamu dipanggil dia! Cepat!!!” perintah Alice. Tessie menghampiri bangku Lily. Tiba tiba, Tessie di jambak rambutnya oleh Lily. Tessie menengok kebelakang. “Beraninya kamu!” Cepuk! Tessie menampar Lily. “Tessie! Kamu sangat keterlaluan!” kata Alice sangat marah. Ia hendak mendorong Tessie, tapi gagal. “Kalau kamu mendorongku, akan kubalas dengan yang lebih keras!” kata Tessie. Ia pergi ke bangkunya. “Grrr…. Tessie! Awas kamu! Jangan harap aku memaafkanmu!!” seru Lily.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s