The Trouble Makers 2

Pipi Lily membengkak. Ia malu sekali. Ia sangat dendam dengan Tessie. “Kamu kenapa, Ly?” tanya Diva saat melihat Lily menutupi pipi kirinya. “Jangan sok baik! Ini ulah sahabatmu, Tessie!!!” seru Lily. “Maafkan Tessie, ya!” kata Diva. “Ugh!” Lily mendorong Diva.

Saat pelajaran olahraga, Lily menghampiri Tessie, Caroline dan Diva dengan muka merah padam. Alice dan Ally menyusul. “Hai, Pembuat Onar! Ada apa kamu kemari?” tanya Caroline ketus. Tanpa ba bi bu lagi, Lily mendorong Caroline sampai punggungnya lecet. Caroline menangis. Diva yang sudah tidak tahan, berdiri. “Kalian…… benar benar kejam! Aku pura pura baik sama kamu! Caroline… jangan menangis, ya! Cup cup cup!” hibur Diva. “Apa sebenarnya mau kalian?! Kenapa seperti ini?!” kata Tessie. “Kami? Kami dendam padamu! Kamu sudah melakukan banyak kesalahan pada kami!!!!!” teriak Ally. “Kebalik! Kalian yang sudah banyak salah sama kita!” kata Tessie sambil menuntun Caroline ke kelas.

“Minum ini!” kata Diva sambil menyodorkan air putih pada Caroline. “Me… mereka…. kejam…. se… kali!” kata Caroline terisak isak. “Memang! Trouble Makers itu memang pembuat onar!” kata Tessie. Tiba tiba, Alice datang. “Aku sudah tau sifat Lily sebenarnya. Dia memanfaatkan aku! Maukah kau menerimaku menjadi sahabat?” pinta Alice memelas. Diva waswas. “Kamu yakin?” tanya Diva. Dia menangguk. Kemudian Ally menyusul. “Aku juga!” sergahnya. Lily dikenai diskors selama dua bulan. Mereka menjadi sahabat sejati selamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s