Forever Friends

Bella, Donna, Stephanie, dan Jenny sedang mengerjakan ulangan Matematika. Seperti biasa, Bella selesai duluan. Ya, Ratu Matematika ini memang menganggap mudah soal Matematika. “Yah, aku dapat 76. Hahh!” keluh Jenny. “Aku tambah parah, 67!” keluh Stephanie. “Aku 80, lumayan! Hehehe,” kata Donna. “Yeay! Aku dapat 100!” seru Bella. “Huh! Kalian bertiga parah sekali! Coba lihat, nilaiku dan Kattie! Bagus, kan?” pamer Kitty. Kitty mendapat 90 dan Kattie 89. “Huuu! Bella mendapat nilai yang bahkan lebih tinggi daripada kamu! 100!” kata Donna. Kitty dan kembarannya itu pergi dengan kesal.

“Oke, sekarang kita memulai pelajaran memasak,” kata Miss Hermy, guru memasak. Bella, Stephanie, Donna, dan Jenny memasak dengan cepat. Ketika selesai pelajaran, mereka memandang Kitty dan Kattie. Mereka tersenyum sinis kepada mereka. Lalu mendekati meja mereka. “Hmm… lumayan! Lumayan tidak enak!” ejek Kattie. “Apa maksudmu?!” tanya Stephanie galak. “Maksudku? Aku melihat, ada yang jelek dari masakan kalian! Yaitu, pembuatnya!” jawab Kitty. Stephanie memukul meja. “Stephanie..” kata ketiga anak itu. “Kitty! Jaga sikapmu! Aku memasak ini susah susah, malah kamu nilai kurang bagus! Tidak tau malu, kamu!” seru Stephanie marah. “Kamu…. menjengkelkan dan membuatku marah, Stephanie!” kata Kitty sambil pergi.

Kitty dan Kattie masih dendam pada Empat Sahabat itu. “Akan kubuat perkelahian ini jadi besar!” kata Kitty yang sedang dipijat pundaknya oleh Kattie. “Tenang, Kitt! Mereka tidak tau diri! Mereka emang siapa? Atasan kita?” kata Kattie mendukung Kitty. “Eh, kamu tadi kenapa marah marah gitu, sih?” tanya Jenny. “Aku jengkel sama dua pengacau itu!! Aku sebal dan jengkel!!!!” jawab Stephanie marah. Kitty yang mendengarnya, marah. “Heh, kamu emang siapa?! Berani beraninya kamu mengejek aku dan Kattie pengacau!” kata Kitty. “Sudah! Cukup sudah! Aku selama ini bersabar atas sikapmu itu! Sekarang aku tak tahan lagi! TIDAK TAHAN!!” jerit Stephanie. “Aku benci kamu Stephanie!” Kitty hendak menampar Stephanie. “Jangan mencoba menamparku atau kubalas dengan yang lebih keras! Ingat itu, Pengacau!” ejek Stephanie sambil menghentikan tangan Kitty. “Kamu… kamu… menjengkelkan! Kamu semua menjengkelkan!” kata Kitty sambil menangis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s