Forever Friends 2

Musim salju mendatangi New York. Udara sangat dingin! Udara bersuhu delapan derajat celcius ini dimanfaatkan Jenny, Bella, Donna, dan Stephanie untuk bersenang senang dan minum cokelat panas di depan perapian. “Brrr! Dingin sekali! Bagaimana kalau kita pesta cokelat panas, sambil menonton film di depan perapian rumah kamu Jenn!” usul Donna yang disetujui Bella. “Ok!” kata Jenny. Mereka pun pesta cokelat panas sambil menonton film kartun di depan perapian rumah Jenny.

Seragam sekolah Automatic Excellent Elementary School sekarang berbeda. Seragam dari bulu domba, syal tebal, celana dari bulu domba, dan topi musim salju menjadi seragam baru. “Huh! Hangat!” kata Bella lega saat memakai seragam itu. AC kelas dimatikan. jendela dibuka lebar lebar supaya udara dapat masuk ke ruangan kelas. “Hey, kantin kita tertutup salju! Bagaimana ini?” tanya Bella cemas. Ia lapar sekali, ingin ke kantin untuk membeli mie ayam dan cappuccino hangat. Akhirnya berhasil! Mereka jajan, deh!

Kitty membuat ulah lagi. Mereka membuat onar di kelas 6-A. “Kamu apa apaan, sih? Ngerjain kelas sebelah segala!” kata Donna. “Terserahku, dong, Donna!” kata Kitty. “Kamu bisa bisanya membuat onar di kelas sebelah! Kamu bikin malu kelas kita!” kata Jenny marah. Kalau marahnya memuncak, ia tidak segan segan akan memarahi Kitty. “Diam! Aku sebal dengan ceramah seperti itu! Kamu, Jenny! Jangan harap aku memaafkan kamu!” kata Kitty, yang disusul Kattie. “Sudah! Ayo, Kitty! Tidak ada gunanya bicara sama mereka!” kata Kattie seraya membalikkan badan Kitty. Jenny mencengkeram pundak Kattie. “Apa maksudmu tidak ada gunanya ngomong sama kita?! Emangnya kita kambing?!” tanya Jenny emosi. wajahnya merah padam. “LEPASKAN!” kata Kattie. “Tidak akan! Jawab pertanyaanku!” bantah Jenny mentah mentah. “Huh!” Kattie berhasil melepas tangan Jenny.

Kitty melewati meja Jenny dan Bella. “Kamu harus minta maaf sama aku dan Kattie!” katanya tiba tiba. “Tentang kejadian kemarin?” tanya Bella mencampuri urusan. “Iya! Ingat itu Jenny,” kata Kitty. “Telat!” bantah Jenny. “Tentu!” Bella mendukung Jenny. “Kamu…. manusia yang tidak punya tanggung jawab, Jenn! Aku sangat membencimu! Benci!” seru Kitty. “Anak aneh,” bisik Bella di telinga Jenny. “APA?! Anak aneh? Aku ANAK ANEH?” kata Kitty hendak memukul Bella. “Aww!” teriak Bella. Bella menangis. Jenny bangkit. “Kamu sangat keterlaluan!” PRAK! Jenny menampar Kitty dengan keras. “Berani… beraninya kamu menamparku, Jenny! Kamu adalah orang paling kejam yang pernah kutemui!” kata Kitty. “Kalian…. membuat aku sangat terpukul!” kata Kattie menyusul Kitty. “Dasar anak pengacau!” seru Kattie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s