Shopaholic Girls (1)

Misa sangat menyukai berbelanja. Setiap hari, pergi ke mall untuk mencari alat tulis baru, beli baju, beli aksesoris, ke salon, beli ini, beli itu… ah! Mialinna Andina Saputri ini memang begitu. Ia selalu gonta-ganti ini-itu. Memang, sih, dia orang yang sangat kaya raya. Barang barang lamanya selalu dia berikan ke teman temannya. Mia… Mia!

“Hai, Mama, Papa, dan Kak Jihan!” sapa Mia hangat pagi itu. Ia segera mengambil roti dan mengolesi selai cokelat kesukaannya, lalu berangkat sekolah. “Mam, Pap, nanti anter aku ke mall ya! Beli jam tangan baru. Plisss!” kata Mia memelas. “Iya, Mia!” jawab Papa. “Kamu tuh, Shopaholic benar sih! Shopping melulu!” protes Kak Jihan. “Biarin. Bweeekh!” ejek Mia sambil meleletkan lidahnya. “Ya sudah. Jihan, Misa, ayo berangkat!” perintah Papa sambil berjalan menuju garasi, dan menyalakan mobil, lalu, Mia berangkat!

“Hai, Mia! Kamu beli pita baru, ya!” tebak Fani, teman sebangkunya. “Iya, nih, pita lamaku! Kamu ambil aja!” kata Mia sambil menyerahkan pita dihiasi berlian yang amat berkilau. “Waw! Makasih, ya! Kamu, kok, enggak mau pita sebagus ini, sih?” tanya Fani. “Aku, kan, orang kaya! Jadi bebas, dong, mau beli apa aja!” canda Mia. “Mmmm, kumat deh, sombongnya!!!” gerutu Fani.

“Aku mau ke salon! Kak, mau ikut!” kata Mia saat di mall. “Ikut, dong! Kakak mau creambath, hair mask, spa, and ear candle. Boleh kan, Ma, Pa?” kata Kak Jihan. “Boleh, Jihan!” jawab Mama. Dua jam setelah dari salon, mereka ke toko aksesoris. “Pitanya bagus! Beli ah!” kata Kak jihan. Mia membeli kalung, gelang, pita, karet rambut, bros Angry Birds, dan bando. Setelah itu, mereka ke toko sepatu. Mia membeli high heels ungu yang dihiasi pita dan berlian. “Semuanya, dua puluh lima juta,” kata kasir. Mama segera mengeluarkan uang dua puluh lima juta di amplop putih.

“Mia, nanti kalau Mama dan Papa udah gajian, Mama dan Papa janji, deh, ngajak kalian ke mana saja untuk memenuhi keperluan kalian. Tapi, kalian harus menikmatinya!” kata Papa. “Wah, bisa ke Smarty and Good Land, dong!” seru Kak Jihan. “Ah, enggak enak kesitu! Ke Holiday World aja! Seru!” sahut Mia. “Sudah! Ayo tidur! Udah jam sembilan malam, lho!” perintah Papa. Mereka berdua pun terjun ke dunia mimpi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s