Shopaholic Girls (2)

Saat Mama dan Papa gajian, Mia dan Kak Jihan sangat senang. “Wah! Gajian dua puluh juta, neeeh! Ditepatin, enggak, ya, permintaan kita? Ya, nggak, Adikku Mia?” goda Kak Jihan. “Ahh, itu sih, urusan gampang! Ayo, mandi! Habis ini, pemintaan kalian akan terpenuhi!” seru Papa. “Yeay!” seru Kak Jihan dan Mia bersamaan.

“Mom, kami ingin perawatan wajah di salon! Boleh, ya?” pinta Mia yang disetujui dengan Kak Jihan. Mereka segera ke ‘Chantique Salon’. “Wah, wajahku jadi segar!” seru Mia. “Ayo, kita lanjut lagi!” kata Mama. Mama ingin membeli pernak pernik sebagai koleksi. “Wah, ini bagus!” kata Mia sambil melihat bando merah polkadot putih. Mama membeli pernank pernik seperti kalung, gelang, dll. Mia juga begitu. “Semuanya lima ratus ribu,” kata kasir. Mama mengambil uang lima ratus ribu dan jalan jalan lagi.

“Tadi beli kalung, sepatu, gelang, jam tangan, jam weker, tepak, HP, bando, boneka, cokelat, fried chicken, jus melon, bolpoin, pensil, penghapus, kacamata, cincin, sama anting anting,” kata Mia saat di rumah. “Kak, tadi beli apa aja?” tanya Mia. “Mmm, HP, jam tangan, bando, alat tulis, tepak, cincin, kutek, sama eye shadow buat perpisahan besok,” jawab Kak Jihan. Mia manggut manggut. Kemudian tidur siang.

“Hai, Fan!” sapa Mia saatdi sekolah. “Hai, juga! Kamu pakai kalung baru lagi?” tanya Fani. “Iya. Nih, buat kamu sama Billa,” kata Mia sambil meyerahkan pita berwarna biru muda berjumlah dua. “Makasih,” sahut Fani. “Eh, Mi, jangan kebanyakan pakai aksesoris baru, nanti di ambil Miss Luna, lho! Billa kemarin juga begitu. Gelang dan pitanya diambil dan tidak dikembalikan,” nasihat Fani. Mia tidak menghiraukan. Kemudian, Miss Luna datang. Miss Luna memeriksa tas, badan anak, dan dompet. “Mia! Kenapa aksesoris kamu terlalu banyak? Mana!” perintah Miss Luna. Mia menyerahkan gelang, dan kalungnya. “Besok, kalau kamu membawa barang atau aksesoris tidak penting seperti ini, aksesoris kamu tidak akan saya kembalikan!!” kata Miss Luna. Mia mengangguk.

“Ma…, Pa.., gelang sama kalung Mia diambil Miss Luna,” lapor Mia. “Kalau begitu, jangan membawa barang yang tidak penting ke sekolah, ya,” nasihat Mama lembut. “Iya, deh!” kata Mia. Kini, ia tidak Shopaholic Girls lagi. Mia… Mia…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s