Sporty Child

Sporty Child besok akan dimulai. Ini adalah lomba olahraga di School of Excellent Students. Natalie cs sudah siap sedia dari kemarin, untuk mengalahkan Renata cs. Suatu hari, Natalie mengundang saudara Renata yang bernama Sherina. “Gini, aku akan beritahu jebakan yang sudah disiapkan Renata,” kata Sherina serius. “Apa jebakannya?!” tanya Natalie penasaran. Sherina menarik napas panjang. “Di lomba lari, Renata, Catherine, dan Angela akan menumpahkan oli transparan di setiap jalan. Aku akan memberimu satu kacamata pelindung untukmu. Di lomba lompat galah, galahmu akan diganti dengan galah yang mudah putus, jadi kamu akan kalah. Dalam lomba renang, kami akan membuat badanmu gatal gatal saat menyentuh air. Jadi tolong berkosentrasi,” kata Sherina panjang lebar. “Ada satu lomba yang belum akan kau ketahui. Lomba basket. Dalam lomba itu, ada anak buah Renata yang akan melumurkan sambal di dalam sepatumu,” lanjutnya.

Besoknya, Natalie cs berkumpul di lapangan sekolah. Mereka bersiap siap untuk lari satu kilometer. Untung, Natalie tadi habis lima piring nasi. Jadi, Natalie sangat bersemangat untuk lomba. “Mulai!” teriak Mr Ronny. Wusssh! Natalie yang jago lari sudah berlari. “Ini, sih, menang mudah untukku!” gumam Natalie yang sudah berlari lima ratus meter. Natalie sudah memakai kacamata dari Sherina. “Oli? Aku tak takut!” gumam Natalie. Dengan mudahnya, Natalie meloncati oli itu dan akhirnya menang. “Huh! Dia akan lemah di lomba yang lain. Harus!” gumam Renata. Saat lomba lompat galah, Natalie terlalu terpaku dan marah marah pada galahnya. Renata pun menang.

Di lomba renang, Natalie memakai krim anti-gatal yang diberikan Sherina. “Lihat saja, aku pasti menang!” kata Renata. Byurrr! Natalie dengan mudahnya berenang empat ratus meter. Natalie kembali menang. “Ayo berjuang di lomba basket!” seru Natalie cs. Renata tercengang. “Dia mengetahui lomba itu?” kata Renata bingung. Ia menatap Sherina yang sedang facebook-an. “Oke, aku sudah siap sedia!” kata Natalie. Di lomba basket, Natalie kembali kalah. “Maaf, ya. Aku ceroboh, haaahh!” keluh Natalie. “Skor kita adalah 2-2! Mr Fitto akan membuat satu lomba lagi! Dan, jangan harap menang!” bentak Renata. “Yaaa, kita lihat aja nanti,” kata Natalie malas.

Akhirnya, Mr Fitto memutuskan membuat lomba estafet. “Ayo, VI B! Semangaaaat!” teriak Andine dan Hillary kompak. Di lomba itu pun, Natalie yang menang. “Yeee! Kita menang!” seru anak VI B senang. “Sherina! Kenapa kamu kasih tau jebakannya?! Aku, kan, udah bayar mahal mahal!” bentak Renata emosi sekali. “Kamu tau uang yang ada di tas kamu? Itu uang pemberianmu padaku! Karena sudah kukembalikan, ya aku bisa bebas melakukan apa saja,” kata Sherina. “Kalau mau menang, berusaha, dong!” seru Hillary marah ketika tau bahwa Renata yang menaruh semua jebakan di setiap lomba. “Hillary benar! Kalau mau menang, harus dengan cara yang sportif! Tidak dengan cara yang seperti ini!” tukas Andine dibelakang Renata. “Oke, aku ngaku salah!” kata Renata. Akhirnya, Renata, Catherine, dan Angela diskors selama satu bulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s