Kelly Buat Masalah!!

Kami ini anak kembar yang bernama Kella dan Kelly. Nama lengkap kami adalah Kella Syiefa Putri dan Kelly Novita Putri.

“Ada anak baru!” teriak Melisa. Heboh sekali! ” Pasti seru!” sambungku. Tiba tiba, Bu Tikka membawa seorang anak yang cantik, memakai sepatu hak tinggi 3 cm, pokoknya super spesial deh! “Hai, namaku Lilian Freddika! Aku pindahan dari SD Merdeka 02 Semarang. Aku senang sekali bisa mengenal kalian. Semoga, kalian juga menyukaiku!” kata Lilian memperkenalkan diri. Lilian duduk disebelahku. “Hai!” sapa Lilian. “Oh, hai! Aku Kella. Kamu Lilian kan?” kata ku. “Iya. Boleh tanya gak?” izin Lilian. “Siapa sih, yang lagi cemberut dan bertopang dagu itu?” tanya Lilian. “Itu kembaranku, Kelly,” jawabku. Kelas pun memulai pelajaran matematika bersama Bu Winda.

“Jadi enak ya, sama teman baru. Model Cilik lagi!” sindir Kelly. “Enggak juga tuh! Kamu aneh, deh!” kataku sambil membaca buku novel Harry Potter and the Sorceres’s Stone. Dia kan, penggemar berat Harry Potter. “Kamu sekarang lebih milih dia dari pada aku!” sindirnya lagi sambil menarik buku novelku. Aku menarik balik buku itu. “Emang kenapa, kalau aku punya sahabat model cilik? Enggak ada salahnya, bukan?!” kata ku marah. Kelly hanya menatapku dengan bola matanya yang dipasang softlens warna biru. Aku pergi ke kamar dengan kesal.

Kelly tetap memusuhi aku. Aku juga kesal dengan sifat kembaranku itu. “Kella, ayo ke kantin!” ajak Lilian. “Ayo,” balasku. Ternyata, Lilian membawa lima potong puding isi lapis. “Harumnya,” kata ku. “Ambil nih! Mumpung dingin!” kata Lilian. Aku mengambil puding bentuk bintang coklat itu dan menggigitnya sedikit. “Enak banget!” seruku. “Kella! Mama tadi bawain kamu lapis, kok gak dimakan? Malah kamu makan bareng sama dia!” kata Kelly tiba tiba. “Maaf. Aku udah kenyang. Kamu makan saja,” ucapku. “Gara gara dia, kamu jadi tidak menghargai semuanya! Kamu Lilian, jangan harap deh, aku mau temenan sama kamu,” kata Kelly kejam. Lilian menunduk takut. “Udah. Jangan dihiraukan,” hiburku. Lilian dan aku berbincang bincang lalu masuk ke kelas.

“Kelly!!” teriakku. “Apa!? Pasti soal tadi,” tebak Kelly. “Iya!! Kamu tuh, ya, membuat Lilian terluka hatinya! Kurang ajar kamu!!” seruku. “Kalau boleh jujur, aku sangat benci Lilian! Aku akan buat dia terluka sampai aku tak dendam sama dia!” ucap Kelly. Aku hanya merautkan wajah kesal.

“Lilian!” panggil Kelly. “Apa, Kell?” tanya Lilian. “Aku minta maaf ya. Aku sudah melakukan banyak kesalahan sama kamu,” kata Kelly. “Maafin aku juga ya. Aku udah bikin hati kamu terluka karena aku,” ucap Lilian. “Ada apa ini?” tanyaku  tiba tiba. “Aku sama Kelly udah baikan!” jawab Lilian. “Senangnya, sudah damai,” kataku sambil memeluk kedua sahabatnya itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s