Si Maniac Teh

Namanya Lisa. Ia sangat suka teh manis. Ia tidak menyukai rasa asin. Hampir setiap makan ia selalu minum teh. “Ma, aku mau sarapan nasi goreng dan teh manis,” ucap Lisa saat sarapan. “Sayang, kok minum teh terus sih? Nggak baik minum banyak banyak,” saran Mama. “Ya udah. Nggak usah sarapan aja, biar nanti aku sakit perut,” kata Lisa ngambek. “Aduh, iya deh, sarapan teh manis,” kata Mama mengalah. Mama mengantarkan segelas teh manis. “Dah, Ma!”

Siang ini, cahaya matahari terik sekali. Lisa haus sekali. “Ma, buatin teh manis, ya” kata Lisa memelas. “Haduh, sekali ini sudah, ya,” saran Mama. “Iya, deh” jawab Lisa lesu. Mama mengantarkan segelas teh manis. Gimana ya, caranya supaya Lisa tidak suka teh lagi? Aha! Aku tahu! pikir Mama.

Siang ini, mama membuat segelas besar teh super asin. Kenapa? Karena dikasih garam yang sangat banyak. “Lisa! Lisa! Sini!” panggil Mama. “Mama dimana?” tanya Lisa. “Di ruang tengah!” jawab Mama. Lisa berlari ke ruang tengah. “Lisa haus nggak? Pengin minum teh, kan?” goda Mama. “Mau!”. “Ini. Teh ini untuk kamu,” kata Mama. “Wah, enak nih. Kuminum, ya?” ucap Lisa. Mama mengangguk. Lisa meneguk teh. “Hueekkkhh…. asiiin… Maa… asiinn,,” jerit Lisa. “Wah, asin, ya?” tanya Mama pura pura.

Paginya, saat sarapan, Mama bertanya. “Mau mama bikinin teh?” tanya Mama. ”Enggak,” jawab Lisa. Ide Mama berhasil! BERHASIL!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s