Jilbab, Jilbab, dan Jilbab!

Rosa dan Putri sedang ada didepan Mamanya. “Pilih jilbab yang kamu suka,” perintah Mama dengan tersenyum. Mama mereka memang murah senyum. Walaupun sedang marah. “Mam, please, deh! Kita itu belum dewasa. Kapan kapan saja deh, Mam!” bantah Rosa. “Iya, Mam. Pasti belum satu menit, pasti sudah berkeringat. Iya nggak, Kak?” dukung Putri.

Tante Syara, Om Fahri, Mama, Papa, Nenek, dan Kakek sudah memperintahkan mereka berdua untuk pakai jilbab. Mereka selalu keras kepala. “Dik, sampai kapan keluarga kita nyuruh nyuruh kita untuk pakai jilbab? Kan, jilbab kalau dipakai panas, rambut kena keringat, berkeringat, semuanya, deh! Nyebelin banget pakai jilbab!” gerutu Rosa. “Kita biarin aja dulu, Kak. Pasti capek sendiri!” balas Putri. Toktoktok! Oh, Mama!

“Ada apa, Mam?” tanya Rosa. “Teman Mama buka butik jilbab, lho! Katanya, kalau Mama yang beli, diskon 90%, lho!” pamer Mama, sambil menyerahkan kertas laminating bergambar jilbab bermotif. “Jilbab, jilbab, jilbab! Bosan Putri dngerin nya Mam! Aku sama Kak Rosa kan sudah bilang, kita nggak mau pakai jilbab,” bantah Putri. “Tante Syara pakai jilbab dari bayi, kok!” Tiba tiba Tante Syara ikutan bicara. “Kan, Dik Putri masih umur 12 tahun. Rosa masih umur 14 tahun. Kita rencananya mau pakai jilbab kalau sudah menikah,” jelas Rosa. “Mama saja pakai jilbab umur tiga tahun, kok!” ucap Mama. “What ever, Mommy. Pokoknya, Aku sama Dik Putri nggak mau pakai jilbab!”

“Kak, kita coba dulu aja pakai kerudung. Nanti, kalau sudah terbiasa, kan bisa pakai jilbab terus!” kata Putri. “Hiiihh! Kamu ini pilih pakai jilbab nggak, sih?” gerutu Rosa. “Di coba, Kak!” ucap Putri malas. “Mam, kita setuju dan sepakat buat pakai jilbab!” kata Rosa. “Ok, ayo kita ke butik Jilbab!”

Rosa membeli dua buah jilbab. Satu, warna ungu dengan gambar kupu kupu. Dua, warna pink dengan gambar bunga. Sedangkan Putri, membeli tiga buah kerudung. Satunya, ber glitter pink dengan gambar bunga mawar. Dua, warna biru langit tapi polos. Yang satunya lagi, warna hijau dengan gambar daun segar. “Coba pakai dulu!” perintah Papa yang juga ikut. “Wah, ada bidadari muslim! Cantik Cantik!” puji Papa. “Eh, ini sudah satu menit, aku tidak berkeringat, Mam, Pap. Wah, benar! Pakai jilbab tidak seperti yang kita duga, ya, Dik?” kata Rosa. “Mam, boleh beli dua puluh lagi, nggak?” tanya Rosa. “Putri juga!” sambung Putri. “Wah, bisa bangkrut nih, Papa sama Mama!” canda Papa. “Hahahahaahahahaha”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s