Teman adalah Segalanya

“Kamu kan beda 7 bulan dari aku? Kamu harus ngalah!” Terdengar suara ribut diantara Vivie dan Mexie. “Heh, kita kan sama kelas, berarti nggak ada hubungannya sama ngalah- mengalah!” timpal Vivie. “SUDAH!! HENTIKAN ITU SEMUA!!!” kata Bu Fatma lantang.

“Saya memang sedang mencari pemeran utama film drama bulan depan. Tapi, kalau kalian begini, Saya akan memberikan jabatan ini kepada Sassie. ” kata Bu Fatma. “JANGAN BU!” teriak mereka bersamaan.

KRIIIIIIING!

Bel istirahat berbunyi. “Gita, Salma, yuk ke kantin!” ajak Mexie. “Bukannya, biasanya kamu selalu sama Vivie saat istirahat?” tanya Gita. “Aku gengsi deket sama dia lagi! Eh, mau nggak? Aku traktir mau? Kebetulan Mama ngasih aku uang saku lima puluh ribu,” tawar Mexie. “Ok, lah! Kalau ditraktir, mau!!” sergah Salma.

“Eh, si Vivie kok, deketnya sama Robby, sih?!” bisik Gita. “Nggak tau juga, sih. Yang jelas mereka nggak saling suka, kan?” bisik Mexie. “Kalau mereka saling suka, pasti Bu Nabilla marah!” bisik Salma. Bu Nabilla adalah wakil kepala sekolan yang sangat disiplin. Ketika Vivie sedang lewat, Mexie sengaja mendorong pelan Vivie. “Eh, Mexie. Aku mau bilang sesuatu sama kamu!” seru Vivie. “Aku mau bilang kalau….., kita nggak akan bersahabat lagi! Dari detik ini, menit ini, dan hari ini serta tahun dan bulan ini juga!” jelas Vivie. “Oh, begitu. Boleh. Silahkan. Aku masih punya Gita, Salma dan Devvie di kelas!” kata Mexie santai. Mexie masa suka kalau kita nggak berteman lagi? Sudah, Vivie! Jangan ambil pusing! batin Vivie

Saat pulang sekolah, Mexie melihat Vivie ditarik dengan laki laki berbaju abu abu. “Biarkan saja. Aku juga sudah nggak berteman lagi sama dia!” gumam Mexie. Tapi, Mexie niat ingin menolong Vivie. “Aku nggak boleh diam terus! Aku nggak akan membiarkan sahabatku diculik orang itu!” gumam Mexie. Mexie pun berlari ke ruang kepala sekolah. “Kamu nggak main main, kan, Mexie?” tanya Bu Nabilla meyakinkan. “Iya, Bu. Saya nggak bohong! Saya lihat sendiri Vivie diculik!” jawab Mexie panik. Bu Stella, Bu Nabilla, Mexie, dan Bu Zarhyne bersama sama mencari Vivie

Mereka semua pergi masuk ke rumah yang merupakan rumah seperti markas. “Mungkin ini tempatnya,” gumam Mexie. Ternyata benar. Vivie diikat ditempat itu. “Hei, lepaskan dia!” teriak Mexie. “Setelah itu, kamu mau tangkap aku? Mimpi, kau, anak kecil!” ejek penculik itu. Mexie menantang penculik itu. “Rasakan. Hiyaaaaaa…!” Mexie menendang perut penculik itu. “Kamu berani?! Hehh?!” tantang Mexie. “A.. Ampun!” Akhirnya, penculik itu menyerah. “Kalau kalian semua menyerah, lepaskan dia! Cepat! Atau mau ku hajar kalian supaya jadi lalapan sayur?! Mau?! Mau?!” kata Mexie. Penculik itu segera melepaskan Vivie. “Terima kasih, semuanya.” ucap Vivie. ”Jangan berterima kasih kepada kita. Berterima kasih lah pada Mexie. Dia sudah menyelamatkan kamu” balas Bu Stella. “Terima kasih, Mexie. Aku minta maaf sudah merebut posisimu sebagai pemeran utama. Kita sahabatan lagi, ya?” mohon Vivie. “Iya,” jawab Mexie. “Senangnya, bisa balik kerumah. Aku tak mau mati disitu tadi” gumam Vivie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s