I Love Batik

Saras kedatangan teman baru hari ini. Namanya Minmie. Ia cantik, malah lebih dari bidadari surga (menurut Saras nih yeee). “Hai, everybody! My name is Minmie. Aku pindahan dari Manchester, Inggris,” tutup Minmie. “Minmie, kamu duduk disebelah Saras, ya” perintah Bu Rossa. “Hai! Aku Saras!”kata Saras. “Aku Minmie,” jawab Minmie sedikit angkuh.

“Saras, ini sebenarnya, masuknya pukul berapa, sih? Jam delapan, aku dihukum, jam setengah tujuh, ke pagian. Gimana sih?” tanya Minmie. “Jam tujuh, mulai baris. jam setengah delapan, mulai belajar,” jelas Saras padat dan singkat. “Oh. Kalau di Inggris, masuknya jam delapan” ucap Minmie sambil tersenyum manis, sangat manis!

Paginya, Saras mulai berangkat dengan Minmie. Ternyata, tetangga sebelah rumah Saras rumah Minmie! “Minmie, nanti, kamu mau nggak, ke toko batik Mama ku?” tanya Saras penuh harapan. “Batik?! Apa itu batik?” Minmie balik tanya. “Nanti ku jelaskan,” jawab Saras setelah sampai di gerbang sekolahan. Saras menaruh tas mungil nya yang berwarna pink. “Anak anak, kerjakan buku bahasa Inggris halaman 39-191. Soal, dari nomor 1-700, ok!” perintah Bu Sasya.

“Huh! Tangan ku kayak mau copot. Pegel rasanya,” keluh Minmie. ” Menurutku, Bu Sasya itu guru paling sadis, paling membunuh, dan suka ngasih soal yang nggak penting,” ucap Saras. “Katanya, kamu mau ngajak aku ke butik Mama mu, Ras?” tanya Minmie. “Ayo!”

“Batik itu gini, ya? Baru tau” kata Minmie sambil memegang kain batik yang sudah kering. “Iya. Ayo ke tempat membuatnya! Kita akan membuat baju batik!” seru Saras. “Mbak Lisa, boleh nggak, kita berdua bikin batik? Ya, please…..” rayu Saras pada kakaknya yang pintar membuat batik, Mbak Lisa. “Boleh. Siapa ini?” tanya Mbak Lisa. “Oh, ini Minmie. Dia teman baruku di sekolah. Dia pintar sekali bahasa Inggris, lho!!!!” bisik Saras. “Oh iya, Minmie. Karena kamu belum paham dengan batik dan cara membuatnya, aku ajarkan terlebih dahulu,” kata Mbak Lisa cuek. Mbak Lisa orang nya memang sangat cuek.

Pertama tama, Minmie meniup tinta batiknya. “Auuuuuhhh…. Panas sekali!” seru Minmie kepanasan. Minmie melanjutkan membuat batiknya. “Wah sudah selesai! Ayo kita keringkan!” ajak Saras. “Kenapa harus dikeringkan?” tanya Minmie. “Supaya tidak panas,” jawab Saras singkat. Batik Minmie bertuliskan ‘I Love Batik’ dan Saras ‘Batik is Indonesian’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s