Di Bumi Perkemahan…..

“Hello, anak anak! Kita akan berkemah selama satu minggu di Buper Puri Anggrek. Harap bergabung pada kelompok masing masing!” perintah Bu Zarine. Leshya, Afira, Lettha, Misty, dan Sellyna segera menjadi satu kelompok.

“Oke kalau sudah lengkap, baris yang rapi di sebelah pintu bus!” perintah Bu Kylla, kepala sekolah. Mereka pun berpetualang menggunakan bus. Tak lebih dari 3 jam, sudah sampai. “Silahkan mendirikan tenda!” Pak Senno memberi aba aba.

“Aaaaahhh!” Terdengar suara jeritan di sebuah tenda. “Leshya?!” kata Afira. Mereka berlari menuju tenda mereka. “Ada apa, Lesh?” tanya Misty memastikan. “Se…… Selly……. Sssellyna….. hilang!” kata Leshya gagap. “Hah?!” seru mereka kompak. “Tadi, tadi,… katanya dia main ke tenda nya Lisha. Aku tanya sama Lisha, dia nggak main kesana” jerit Leshya sambil menangis. “Toloooonngg, Sellyna hilang!!!” teriak Lettha. “Lettha, kamu nggak bercanda, kan?!” kata Pak Senno memastikan. “Iya, Pak. Saya nggak bohong! Mungkin, ini ada hantu ya!” jawab Lettha juga memastikan. Pak Senno memeriksa semua tenda, ruangan dan menanyai semua murid murid. “Pak, aku tau tempat satu satunya yang belum ditelusuri,” desak Leshya. “Gudang pemilik perkemahan!”

“Leshya, ini gudang pemilik perkemahan. Apakah Sellyna ada disini?” tanya Pak Senno. “Buka dulu saja, Pak?” kata Leshya. Pintu gudang terbuka selebar lebarnya. “Leshya, Pak Senno?!” Terdengar suara dari tumpukan dus besar. “Sellyna!” teriak Leshya. Mereka berpelukan. “Kenapa kamu bermain disini?” tanya Pak Senno. “Aku tadi hanya curiga dengan tempat asing ini.  Aku mencoba masuk kesana. Tapi, aku nggak berani bilang kalau aku mau menyelinap. Aku mencurigai tempat ini yang ternyata gudang. Pak pemilik rumah ini tak meyadari kalau aku ada di dalam gudang ini. Pintu terkunci rapat sehingga aku tidak bisa keluar,” jelas Sellyna panjang lebar. “Kamu tahu, nggak kalau tempat ini biasa ada hantu?” tanya Leshya. “Itu nggak benar. Disini tak ada sama sekali hantu. Kalau cerita Kak Sasya, aku tau. Waktu seragam pramuka Kak Sasya hilang, itu di umpetin sama Kak Ivvan, murid paling iseng di sekolah. Kalau topi nya Kak Sasya, hilang dicuri peserta yang kehilangan topi juga,” jelas Sellyna. Sekarang, sudah jelas. Tidak ada hantu sama sekali di Buper ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s