Kado Untuk Mama

“Wah, hari minggu besok, hari ibu! Aku kasih Mama kado apa, ya?” tanya Melati pada dirinya sendiri. “Aha! Aku akan membelikan Mama kerudung yang ada di TV itu!”

“Melati! Mawar! ayo makan! Mama sudah menyiapkan bekalnya!” teriak Mama dari bawah. Melati dan Kakaknya, Mawar turun dengan seragam yang sangat rapi. Melati memakai bando warna hitam bertotol totol putih. Mawar memakai ikat rambut pita warna merah. “Wah, cantik nya, putri Papa hari ini,” puji Papa sambil menyeruput sedikit kopi putih nya. “Mawar, Melati, bekalnya hari ini roti selai coklat dengan kacang hazelnut  dengan susu strawberry,” jelas Mama sambil menutup dua kotak makan berwarna hijau dan oranye. “Ma, Mawar bawa susu apa hari ini? Mawar kan, alergi susu strawberry” ucap Mawar saat memasukkan kotak makannya yang berwarna hijau. “Susu vanilla,” jawab Mama singkat.

“Hai Maya, Vitta, Sasa” sapanya. “Hai juga!” jawab mereka. “Eh, besok minggu kan, hari ibu? Kalian ada kado apa?” tanya Vitta sambil membaca buku PINTAR. “Aku mau nya, sih, gelang yang dibuat dari perak itu” ucap Sasa. “Aku beli baju muslim paling mahal di toko Surya Indah” balas Vitta tak mau kalah. “Aku benda paling istimewa. Sebuah kalung berbentuk hati dengan tulisan ‘Maya & Mama'” timpal Maya. “Kamu apa, Mel?” tanya Vitta. “Aku sih, mau beli kerudung yang motifnya kayak di TV itu!” jawab Melati enteng.

Bel pulang sudah berbunyi. Melati berlari ke toko ‘Kain Sandang’. “Mbak, ada kerudung warna biru bertotol totol hijau?” tanya Melati. “Ada. Mau beli?” balas kasir. “Saya pesan satu. Hari Sabtu saya ambil. Jangan sampai dibeli orang lain!” perintah Melati. “OK”. “Ma, aku pulang!” seru Melati. “Ayo makan!”

Hari Sabtu nya, ia mengambil kerudung pesanannya. “Harganya tiga puluh empat ribu rupiah, dik,” kata kasir. “Terima kasih. Ini motif yang saya pesan itu, kan?” tanya Melati. “Iya, dik. Karena barang nya udah mau habis, makanya harganya naik jadi tiga puluh empat ribu,” jelasnya panjang lebar. Hari Minggu, mereka mulai memberi kado untuk Mama. “Wah, bagus sekali, Mawar. Terima kasih,” ucap Mama ketika melihat rangkaian bunga. “Ya Allah, ini kan kerudung yang ingin Mama beli?! Terima kasih, Melati!” Mama tak kuasa menahan tangis bahagia. “Sekarang, kado Papa,” seru Papa. “Subhanallah, Pa. Ini mahal sekali. Kalung ini seperti punya Bu Vera,” kata Mama. “Kami semua sayang Mama!” seru mereka bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s