Sayang Mama

“Pokoknya, liburan ini, Melda mau sama mama!” seru Melda. Mama hanya bisa memandang anak semata wayangnya itu. “Melda, Mama itu sibuk, Nak! Banyak sekali tugas yang harus diselesaikan!” tegur Mama sambil mengelus elus kepala Melda. Kemudian, berangkat ke kantor.

Melda jadi teringat waktu ini ulang tahun Melda yang ke- 15 tahun. Dulu, Mama tak seperti sekarang. Dulu, Mama sering membuatkan Melda mi ulang tahun, membelikan boneka, dan diajak liburan. Tapi, sekarang Mama dam Papa lebih sibuk. “Sekarang, Mama gak sayang aku lagi!” rengek Melda sambil menangis.

DUARRRRRRR!!!!

Suara petir bergemuruh. Melda teringat, Mama kan, naik sepeda motor. Pasti Mama akan basah kuyup. Hujan pun menderas. Semakin menderas. Terdengarlah suara sepeda motor Mama. Benar, Mama basah kuyup, bibirnya pucat, dan kulitnya dingin. Tadi, waktu Melda merengek rengek minta liburan, Mama buru buru dan lupa membawa jas hujan. Melda ingat kekesalannya pada Mama. “Melda, ini boneka buat kamu. Mama bukannya nggak sayang sama kamu. Mama punya tugas yang harus di selesaikan hari ini juga,” jelas Mama. “Makasih Ma! Aku minta maaf, ya. Karena Melda, Mama jadi lupa bawa jas hujan” ucap Melda. “Sekarang, waktunya mi ulang tahun a la Papa!” seru Papa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s