I’m Sorry, My Friends!

“Sahabat adalah orang yang suka menghibur kita dalam suka dan duka”

Safa tak bisa terima. Mischa, sahabatnya dekat dengan sahabat barunya, Dessie. Saking dekatnya, Mischa sampai mengacuhkan Safa terus terusan. Suatu hari, Safa sedang di kantin. Ia menuangkan gula di jus semangka nya. “Dulu, persahabatan kita semanis gula, bahkan lebih manis,” gumam Safa. Ia memandang Mischa.

Pulangnya, Safa terlihat kusut. Rambutnya acak acakan dan sepatunya terkena lumpur. Malamnya, hujan datangudara terasa sangat dingin. Ia membuat teh hangat. Dengan lesu, ia berjalan ke dapur. Ia membuat air panas. “Dulu persahabatan kita tak sepanas ini, ” gumamnya sendiri. Ia membawa teh itu ke kamar. “Tuhan, kapan aku ini terus diam diaman dengan Mischa?” tanya Safa pada dirinya sendiri.

Liburan. Safa tidak kemana mana. Di rumah sendiri tanpa sahabat membosankan. Ia duduk dibawah sebuah pohon kelapa. Ia menulis:

Aku tak lagi bersahabat dengan sahabatku.

Paginya, Ia hanya ingin meluncurkan kata “maaf”. Rasanya susah sekali. “Safa, sekarang Dessie udah pindah ke Australia. Kita sahabatan lagi ya?” tanya Mischa. Safa melihat bola mata Mischa yang berwarna hijau. “Kita sahabat!” seru mereka berdua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s