Movela dan Penyakitnya

“Bagaimana dok? Kapan Movela bisa di kemoterapi?” tanya Mama. “Kalau masih ada waktu, kalau bisa secepatnya, bu, pak” jawab dokter.

Movela Permata Sari namanya. Gadis berumur 15 tahun ini mengidap leukimia (sebutan dari kanker darah) sejak umur 10 tahun. Orang tuanya berusaha memberikan yang terbaik selama 5 tahun ini. Suatu hari, Movela ingin sekali berangkat sekolah. ia sudah 5 tahun tidak bisa sekolah karena penyakit yang di idapnya sekarang ini. “Kan, Movela masih lemes. Jangan sekolah dulu, ya. Mama sama Papa nggak ingin kamu drop lagi!” nasihat Mama. “Pokoknya, Movela mau sekolah!” paksa Movela. “Tapi, kamu pulangnya jam 10 aja, ya,” kata Papa. “Iya pa, ma.” jawab Movela kecewa sedikit.

Pulang sudah Movela. Ia ingin di peluk hangat oleh kedua orang tuanya. Ketika hendak menghampiri kedua orang tuanya, ia tiba tiba ia mimisan dan pingsan. Papa dan Mama segera membawa Movela ke rumah sakit. “Pa, gimana kalau Movela umurnya nggak akan lama lagi?” Mama tak kuasa menahan tangis. Tiba tiba, a di persilahkan masuk keruanganya. “Kanker darah Movela sepertinya tak akan bisa disembuhkan lagi, bu, pak. Meskipun Movela di kemo berulang ulang, Movela tak akan kunjung sembuh,bu, pak,” jelas dokter. “Apa yang harus kami lakukan?” tanya Papa. “Tak ada jalan keluar lagi pak. Sepertinya umur Movela tidak akan lama lagi” jawab dokter.

“Ma, pa. Movela ingin ke rumah Kayla ya. Please” pinta Movela. “Nanti kamu drop lagi sayang! Tapi, nggak apa apa kamu main dengan Kayla. Tapi jangan pulang malam malam, lho” perintah mama. “Oke deh!”

Paginya, Movela drop lagi. Badanya pucat, panas, lemes dan rambutnya sudah mulai habis. Ia dirawat diruang ICU. Mama dan Papa sedih melihat keadaan putri tunggalnya. Movela harus dirawat inap sampai seminggu. Dokter mempersilahkan mereka berdua masuk. “Bu, Pak, saya tidak bisa berbuat apa apa lagi. Kanker darah Movela sudah benar benar tak bisa dilawan lagi. Semakin kita bertindak, keadaan Movela akan semakin memburuk. Saya tidak bisa berbuat apa apa lagi bu, pak” jelas dokter. Mama menitikkan air mata. Begitupun Papa.

Seminggu kemudian, Movela mulai sadar pukul 7 pagi. “Pa, Ma, Movela sudah nggak kuat menghadapi kanker darah ini. Movela capek. Di kemo berkali kali. Sekarang, Movela mau istirahat dulu yang tenang. Selamat tinggal,” kata Movela sungguh mengejutkan. Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttt. Movela menutup mata untuk terakhir kalinya.

Jenazah Movela di sambut dengan isak tangis. Satu sekolah mengunjungi rumah Movela. Teman teman Movela semua menangis. Guru guru pun ikut menangis menenangkan Mama. Sosok Movela yang baik hati, ramah dan sopan kini telah di panggil Tuhan yang maha Esa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s