Sania dan Roti Bakar Sara

Sania, itulah namanya. Ia adalah anak dari Mbok Ijam, pembantu dirumah Sara. Ia sebaya dengan Sara. Ia juga satu kelas dengan Sara. Waktu itu, hujan membasahi kampung Sara. Saat itu Sara sedang lapar. Ia ingin makan roti bakar. Tapi, elpiji dirumah Sara sedang habis. Penjualnya sedang libur.  Ia memanggil Sania untuk membuatkan roti bakar dengan cara apapun. “Oh….. Mbak Sara ingin makan roti bakar. Sania bisa buat tanpa elpiji” kata Sania dengan senang hati. “Beneran ya?”

tanya Sara meyakinkan Sania. Sania mengangguk. Ia segera ke dapur menemui Mbok Ijam. “Bu, aku pinjam setrikanya ya? Sebentar aja….” Sania meminta pada Mbok Ijam. “Boleh. Buat apa memangnya?” tanya Mok Ijam. “Buat bikin roti bakar” jawab Sania. “Emangnya bisa?” tanya Mbok Ijam sekali lagi. Sania mengangguk.

Sania mulai membuatnya dihadapan Sara.  Ia mulai membuka isi belahan rotinya. Sara menginginkan rasa keju. Sania mulai mengoleskan selai keju. Kemudian, ia memanaskan setrikanya 3 menit. Setelah panas, ia mulai menaruh setrika yang panas keatas roti. Setelah 4 menit, roti sudah matang. Sara mencoba roti buatan Sania dengan lahap. “Hmmm….. Enak sekali! Kamu benar benar hebat, bisa buat roti seenak ini dengan setrika!” puji Sara yang membuat Sania tersipu malu.

Paginya, adalah hari libur. Sara dan keluarga beserta Mbok Ijam dan Sania akan berlibur ke taman Safari II. Ketika sampai, Sania takjub karena baru kali ini ia ke taman Safari. Mereka hendak ke taman hewan Karnivora. Karnivora adalah hewan pemakan daging. Sara mengingatkan bahwa selama di taman Karnivora, Sania tidak boleh keluar dari mobil meskipun dipemberhentian karena ada harimau buas disana. “Mbak Sara, kenapa mbak ngajak aku kesini?” tanya Sania. “Aku ingin mengucapkan terima kasih saja karena kemarin kamu udah bikinin aku roti bakar super special!” jawab Sara. “Sekarang, jangan anggap aku majikan kamu, ya. Anggap aku adalah sahabatmu!” perintah Sara. “Apa buktinya?” tanya Sania. “Selama bulan purnama maupun sabit masih bergantung di langit, aku akan menganggap itu adalah kamu” jawab Sara. Mereka pun menjadi sahabat selamanya. Selama bulan masih bergantung, mereka akan menjadi sahabat dan tak pernah menghapus persahabatan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s