10 Hari Di Pangkuan Mama

“Ya, itulah namanya. Kalau bukan, Meggie pasti sudah sadar. Ahahahah!” ejek Melvia dan Renita tentang kaburnya Ayah Meggie. “Ih! Awas saja yah!”,

Meggie berlari ke taman sekolah. “Meggie, ayo masuk. Sudah waktunya bel.” ajak Renata, salah satu temanya. “Aku sebal dengan sifat Melvia. Dia mengejek aku katanya ayahku selingkuh dengan orang lain” kata Meggie. Sambil menuju kelas mereka bercakap cakap. “Sudah, sifat Melvia jangan dihiraukan! Aku juga di ejek nya. Katanya, tepak baruku murahan” tegur Renata.

Setibanya di kelas, Bu Syntia sudah ada dikelas. “Meggie, Renata, ayo masuk! Sudah waktunya pelajaran!” panggil Bu Syntia. Mereka segera masuk kelas. Meggie menatap Melvia dengan tajam. “Meggie! Ayo duduk!” tegur Bu Syntia yang mengagetkan.

Keesokan harinya, Melvia tidak masuk. Ia sudah 7 hari tidak masuk sekolah. Anak anak sekolah turut prihatin. “Meggie, Renata, Renita, setelah ini kita akan jenguk Melvia. Ibu takut, Melvia kenapa napa. Meggie, tolong kamu absen siapapun yang ikut menjenguk Melvia.” perintah Bu Syntia. Meggie mengangguk angguk.

Sesampainya di rumah Melvia, mereka melihat Melvia sedang merenung di halaman rumahnya. Ia menceritakan semuanya pada bu Syntia dan semuanya. “Jadi, mama sakit. Ia tidak bisa bangun sampai sekarang. Aku sudah sembuh, tapi mama tidak bisa bergerak sedikitpun,” jelas Melvia dengan raut muka sedih. Melvia pun mempersilahkan semuanya masuk.

Bu Syntia melihat mama Melvia yang terbaring lemas dengan muka pucat. Tiba tiba, Meggie melihat ada anak kecil duduk di pangkuan mamanya Melvia. “Haa…. ada anak kecil duduk diatas tubuh mama Melvia…… Pantas saja tidak bisa bangun!” teriak Meggie tanpa ada yang mendengar. “Tenang, Kak Meggie. Aku adalah adik Melvia, Andira yang sudah 4 bulan meninggal. Aku hanya rindu mama. Aku akan kembali jika sudah 10 hari nanti.” jelas anak itu. “Apa kita kontak batin?” Meggie bertanya keheranan. “Benar. Sampaikan ke bu Syntia kalau kak Melvia anak baik baik”. Meggie langsung berlari kehadapan bu Syntia. “Bu, sebenarnya Melvia anak baik. Ia sering jail di sekolah karena rindu adiknya yang sudah 4 bulan meninggal” jelas Meggie. Bu Syntia mengerti apa yang diucapkan muridnya itu. “Melvia, Ibu minta maaf karena ibu sering anggap kamu itu anak jail. Kata Meggie, Ibu kamu akan sembuh 3 hari lagi” perintah bu Syntia. “Baik bu. Saya janji, gak akan jail lagi” kata Melvia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s