Kucing yang Rakus

Disebuah hutan, ada seekor kucing sedang bermain bersama teman temannya. Salah satu dari kucing itu gemuk dan rakus. Suatu hari, si kucing menemukan sebuah kue coklat yang besar ditengah hutan. Teman teman kucing sedang bermain. Tiba tiba, si kucing berteriak memanggil teman temannya. “Hei, kawan kawan, aku sedang ada musuh. Kalian pulang saja kerumah.

d Nanti, kalau sudah aman, aku berteriak memanggil kalian!” teriak si kucing. Teman teman si kucing menuruti perintah si kucing. Kalian telah terperangkap jebakanku. Aku akan memakan kue coklat lezat ini sendiri! Pikir si kucing rakus. Kue itu dimakannya sendirian. Setelah kenyang, si kucing berteriak menmanggil teman temannya untuk bermain kembali. “Gimana, udah kamu usir musuhnya?” tanya seorang temannya. “Beres!”

Setelah tidur siang, si kucing rakus itu berjalan ketengah hutan. Betapa kejutnya dia melihat seikat ikan bakar. Si kucing berlari menuju ikan bakar itu. Tanpa ragu, si kucing melahapnya dengan cepat. Tidak lama kemudian, seorang datang membawa bumbu. “Dia memakan ikan bakarku! Dasar kucing nakal! Mamaaaaa! Papaaaaa!” tangis anak itu. Si kucing segera kabur. Ia bersembunyi di balik tumpukan sampah. Ia melihat ada kantong plastik berisi makanan utuh dengan nasi dan ikan. Si kucing membuka plastik itu. Ia segera memakan nasi itu dengan lahap. Selesai memakan nasi itu, si kucing merasa sangat kenyang. Si kucing segera menemui teman temanya. “Teman teman, kalian jangan pergi ke tengah hutan. Disana banyak sekali harimau dan singa. Aku berusaha melawannya akhirnya aku berhasil” Jelas si kucing panjang lebar. Teman teman si kucing menurutinya

Disaat bangun tidur, si kucing merasa sangat lapar sekali. Ia langsung berjalan ke tengah hutan. Ia tidak menemukan satu makanan pun. Ia pergi ketumpukan sampah. Ia hanya melihat ikan goreng yang sudah dibuang. Daripada aku tahan lapar, mendingan aku makan saja. Kan, sia sia. Pikir si kucing. Ia pun melahap ikan goreng itu. Ia pun merasa sedikit kenyang. Si kucing berjalan lemas ke hutan rumah temannya. Ia menemukan banyak sekali buah berguguran. Ia segera melahap semua buah buahan itu. “Jangan cepat cepat, nanti tersedak.” Tiba tiba ada yang bersuara. “Si… si…siapa kamu?” tanya Kucing tergagap gagap. “Aku adalah pemburu di hutan ini. Kamu lapar, ya?” tanya pemburu itu. Si kucing mengangguk. “Aku punya banyak sekali makanan. Ambillah sesukamu!” kata pemburu itu mengiyakan. Si kucing segera mengambil nasi dan seikat ikan. Ia memakannya dengan lahap. Si pemburu senang melihat si kucing kenyang. Pemburu itu mengelus elus kepala si kucing. “Kucing, daripada kamu terlantar disini, bagaimana kalau kamu kurawat dirumahku?” tawar si pemburu. Si kucing menjilat jilat tanda setuju. Kini, si kucing berjanji tidak akan rakus lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s